Sunday, January 29, 2017

MASA MUDAKU

Akan ada saatnya aku berkata " Dahulu, saat aku seusiamu, aku..."
Masa mudaku
Masa singkat penuh cerita indah nan lugu
Masa penuh dengan ragu
Masa berteman beradu dan bersatu padu
Pada kisaran tertentu
Aku terpaut rindu
Terduduk di sudut dinding biru
Terputar kenangan penuh haru
Aku membisu

Untuk masa mudaku
Menoreh senja dalam kalbu
Berjinjit pilu di ujung pintu
Di semak jejak beradu-adu
Tersisa beberapa insan terkenang selalu
Suaranya bertalu-talu
Tak berlalu seperti insan bantuan semu

Untuk masa mudaku
Kerap mengigil menahan malu
Disana terlihat sepasang baru
Terlihat bahagia meninggalkan satu


Demi masa, semua berlalu
Sebentar saja, di sela-sela arogan dan menyumpah demi sekutu
Setelah itu
Semua menjadi masa mudaku
Mengisyaratkan aku tak lagi muda, juga kamu

Terduduk lagi, aku
Berselubung gundah berpijak kelu
Untuk masa mudaku
Ku harap kita berdamai dan melukis kisah yang layak di ceritakan pada anak cucu

"Dahulu,saat aku seusiamu, aku..."
Teruntukmu, masa mudaku
Singkat, bertajuk rindu~

Wednesday, January 25, 2017

PENENTU

Menyertaimu doa, berselancar semua derai cinta, mengelilingi kabut harap, sebait kata terucap. demi masa nanti, di penghujung senja murni, meyakinkan hati, bahwa setiap takdir bukan begitu saja terjadi, berjalan di tepi, sungai disebrangi, panas berapi-api, temu berawal dari benci, semua terjadi, dari keputusan pilihan sendiri, mengabaikan atau mempertahankan walau patah kaki. kehidupan seperti itu, tidak selalu berlalu, menjadi kenangan diliputi debu, menjadi masa dan dinamakan masa lalu, begitu. kau tau, pada kebetulan-kebetulan itu, tersimpan takdir hidup penentu, hidup penuh warna atau semu berwujud pilu~ Kamis, 26 Januari 2017 ditemani secangkir susu panas,coklat dan hujan~