Wednesday, November 30, 2016

SAYANG

kini yang terdekatpun menjadi asing
takut berkomentar
takut mengutarakan apa yang ada di pikiran

mencoba mengatakan
lalu di anggapnya aku berlebihan

lalu bagaimana
semua serba salah

ah
benar, aku yang membuatnya salah
sudah tau mereka ada masalah
malah aku menambah-nambah
kemudian aku marah ketika mereka menunjukkan amarah

ah
aku yang salah
seharusnya aku harus menyerah
dan keberadaankupun semestinya punah

ah
tak apa
hanya menunggu waktu
untuk berlalu
kemudian hilang dengan sendirinya
diam-diam
tanpa ada yang sadar
bahwa bidadari mesti kembali kekayangan

ketempat semestinya
ketempat yang benar-benar tempatnya

Tuesday, November 29, 2016

Bungkam

kedatangan
tak lagi menjadi dambaan
berlalu dalam keheningan
tak ada percakapan
seolah hanya kenalan


jika berkata
hanya tinggi nada
hanya garis tipis mata
hanya kerutan muka

berbeda
saat itu adalah mereka
bersikap sahabat hingga neraka
tertawa seolah ia tak ada

mencoba
bersikap biasa
terus mencoba
sebab perlahan semua sirna
bagai cahaya
yang datang hanya sementara

umtukmu
yang kini mulai lelah menunggu
tak apa aku baik-baik saja, jika memang kau tanya kabarku
tak apa-apa
akan kunikmati semua
hingga aku, kamu, dan kita terbiasa
untuk 'hanya' sekedar ada
kemudian saling menerka-nerka
tak perlu lagi bercerita

perlahan
semua akan kembali pada keadaan
keadaan yang ditakdirkan Tuhan


untukmu, jiwa yang tentram
saatnya engkau bungkam!

Monday, November 28, 2016

Lengah

Demi hujan
untuk setiap tetesan
untuk rasa yang beruntuhan
untuk rindu yang berkepanjangan

ah
dalam gelapnya malam
terbesit namamu dalam diam
untuk sebilah cinta yang curam
letih menanti pada nyata yang kejam

sayangku
indahmu membuatku kelu
singgahmu hanya membuatku malu
lengah aku pada rayumu
andai bisa ku putar waktu
maka tak akan mau
insan sepertimu dihatiKu

28,Nov,16
K

Sunday, November 27, 2016

Buah

Malam ini
untuk pertama kalinya ku sungguhkan tulisanku pada umi
tentang malam-malam yang kuhabiskan dalam layar yang merusak mata
tentang isi hati si gadis manja yang tak pernah bercerita apa-apa
terlihat kaku
hanya kuliah lalu berlalu

namun nyatanya
dalam perjalanan yang biasa saja
ada masalah yang tak terduga
ada kepala yang hampir terbelah dua
ada cerita yang hanya ia saja rasa
bukan tak terbuka
hanya saja
aku malu
tentang keluh yang tak sebanding denganmu
tentang sabarku yang tak bisa mengalahkanmu
tentang setia yang belum tentu

sudahku katakan
aku belajar hal nyata darimu wahai pahlawan
tentang perjuangan yang tak semua orang bisa jalankan
maka dari itu, aku lewatkan setiap cerita melalui tulisan
bukan tanpa alasan
hanya ingin memperlihatkan
bahwa didikanmu seperti ini, kuat dan tak takut dengan drama kehidupan

bersebab, orang percaya bahwa "buah jatuh tidak
jauh dari pohonnya"
maka setidaknya aku ingin membuktikannya
bahwa kau luar biasa
bahwa kau sejatinya cinta
bahwa kau si wanita yang percaya pada Tuhannya
meski sebenarnya aku jauh jika disandingkan denganmu
setidaknya yang perlu kau ketahui umi, aku tak pernah merusak hidup temanku
sebab ajarmu, bahkan musuh sekalipun harus dibantu meski ujung-ujungnya dibuatnya kita seperti babu
sebab ajarmu, bahwa Tuhan selalu mengawasiku

yang perlu kau ketahui
bahwa cintaku padamu selalu melebihi
tak kuungkapkan pasti
sebab dalam tindakan aku ingin terbukti

27 Nov 2016
9.40
R

Ke"ada"an

Air menjatuhi bumi
membasahi setiap jiwa yang belum terobati
perih, merasuk hingga ke ulu hati
mecoba mengerti
namun tak bisa terkendali


damai dan tentram
tanah yang basah menginggatkan pada masa kelam
dalam  pikir yang tajam
terbawa pada ingatan yang dalam
saat itu terik menghujam
menembus lapis-lapis kulit hitam
wajahnya kusam
seolah menunjukkan betapa pikirannya buram

terpaku
berdiam diri dalam jemu
berkutat pada untaian kalbu

padamu
terus kau patuk
membuatku mengutuk
setelah itu kau tunjuk
padahal sakitmu hanya batuk

menyatu
hingga hati biru-biru
bersebab sakit yang terus mengadu
bersebab rindu yang tak kunjung laku
bersebab khawatir yang tak pernah kau tau

padamu
ketahuilah dalam sibuk yang tercipta
ada pikiran yang merajalela
tentang kau yang kini "tak ada"

bersebab ke"ada"an mu yang kini tak ada
bersebab ke"ada"anmu yang menjadi langka
bersebab ke"Ada"an hilang karena keadaan jua

Thursday, November 24, 2016

Teman Kenalan

Dalam duduknya tersebar duri-duri
Dalam matanya terpendar panah api
Saat ia berjalan terekam jejak keangkuhan
Saat ia berbicara terkabar ada yang keracunan

taunya hanya menghasut
agar yang lain menjadi kusut

ah, aku lupa
betapa hebatnya dia
mengatur cerita
mencebur siapa saja
bahkan ia tega meneggelamkan seluruhnya

pada pelupuk mata
aku menerka-nerka
tentang kepunyaan yang ia tak punya
tentang sesuatu yang ia tak tau
tentang hati yang mungkin tak pernah ia mengerti

sebab dalam kehidupan ada yang tak bisa dipaksakan
ada yang tak mudah untuk di ubah
itu bukan kesalahan
hanya tentang pengalaman yang tak mungkin kita elakkan
hanya bisa mengerti tanpa perlu mencaci
hanya perlu mengalah tanpa perlu harus marah

namun sejatinya diciptakannya ingatan
maka akan melekatlah seluruh kesakitan
akan terciptanya ketidaksukaan
memicu pemutusan hubungan
terbentuklah sesuatu yang disebut "teman kenalan"

yang hanya bertemu sekedarnya
yang tak tau cerita
yang tak tau apapun tentang semuanya
hanya berkenalan
kemudian melakukan pengamatan
memberi penilaian
pada orang-orang ia katakan
lalu terbentuklah pola pikir yang mengerikan

awalnya lewat belakang ia mencibir
kemudian lewat mata ia menyindir
selanjutnya lewat perilaku ia mengalir
dan pada akhirnya yang di maksud membuatku tersingkir

untuk ingatan yang di bentuk
tak ada maksud untukku mengutuk
namun ini terlalu menusuk

sabtu, 26  November 2016
14.50
TA

Tuesday, November 22, 2016

anak muda

teruntukmu
yang rambutnya penuh dengan kutu
yang dalam perjalanannya hanya tau mengerutu
yang ingin selalu menjadi nomor satu

ketahuilah
dalam perjalananmu ada aku
si penghambat hidup tenarmu
si perempuan yang penuh kepura-puraan dan lucu

aku tahu betul tentangmu
tentang bau busuk dari rambut yang tak pernah kau cuci itu
tapi dalam kepura-puraan ku tipu diriku berkali-kali
ku tutup hidungku dengan keras sekali
sebab aku tak ada urusan apapun denganmu, kau kenal betul aku si bidadari

kau pikir aku tuli
buta dan tak bisa menilai perilaku diriku sendiri
kau salah
aku hanya tak ingin mencari masalah
sebab aku tau, keunggulanmu cuma satu
kau bagian dari tuan rumah, dan si pengungsi ya aku

kemudian kau berlagak tau segalanya
menyenangkan dan berwibawa
pada semua anak-anak yang kau lihat
pada semua orang yang lewat
bicaramu terlalu tinggi
nyatamu terlalu mini
terlalu berbeda
namun aku diam saja
mendengarkan semua cerita
menikmati setiap drama yang kau punya
kepura-puraan dalam kepura-puraan jua

kau tau
setidaknya dalam tawa palsuku masih ada ketulusan yang kuberikan
setidaknya dalam pola pikirku masih ada kesetiaan
meski aku jarang berbicara
meski aku di pandang sebelah mata
tak apa
sebab hatiku masih memiliki cinta dan keluarga

kau tau
aku tak pernah mempermasalahkanmu
bagiku kau hanya salah satu manusia yang menjadi iklan dalam hidupku
bagiku kita cukup saling menyapa lalu berlalu
hanya silaturahmi meski semua palsu

tapi
kali ini
kau kelewatan sekali
ingin menyingkirkan si bidadari

percayalah
saat-saat seperti ini kau sangat membantuku
mengetahui tentang siapa yang akan tetap disisi dan yang melangkah pergi
percayalah, yang kau beri cinta tulus
akan kembali secara mulus
yang kau percaya secara ikhlas
akan kembali secara berkelas

aku mungkin terlihat konyol kini
tapi kau tau, aku percaya tentang "sejati"
yang tak akan pernah pergi
yang akan selalu di sisi

kau pasti sering menonton bukan
anak muda selalu di timpa cobaan
kalah duluan
dan menang kemudian

hahhahahhaahhaa sekian
^^



Menteri

Dulu katanya akan mendampingi
Sekarang ingin melebihi
Dulu katanya akan menjadi pendorong
Sekarang malah tembak kau todong
Dulu katanya akan bersama
Sekarang malah main mundur-mundur saja
Dulu katanya "kau raja jangan menyerah"
Sekarang malah kau yang ingin enyah
Dulu katanya kita harus saling menggenggam
Sekarang malah kau ancam- ancam

Ayolah pak menteri
Jangan cuma bisa berbicara
Ketika ujung-ujungnya kau jadikan rajamu boneka
Dia juga manusia
Jangan kau sudutkan dia

Kau kata kalian adalah teman
Tapi sekarang kau bertingkah seperti lawan

Tak taukah rajamu memiliki banyak beban
Tak taukah rajamu pribadi juga memiliki kehidupan

Ayolah pak menteri
Bukan kau saja, Dia juga ingin beristri
Bukan kau saja, dia juga butuh teman sejati
Bukan kau saja, dia juga stres dengan masalah pribadi

Jadi begini
Aku ingin bertanya
Seberapa penting kekuasaan yang hanya berlaku setahun itu
Hingga dia harus merelakan masa depan yang masih semu
Bayangkan, disaat banyak masalah
Disaat dia susah
Apakah para menteri tetap ingin setia dan basah
TIDAK
Bahkan kalian mengancam meninggalkan
Memfitnah raja terlalu memikirkan kehidupan

Jadi begini lagi
Kini raja sudah basah dan tenggelam
Maukah kalian semua ikut tenggelam
Meninggalkan istri-istri
Melupakan kehidupan pribadi
Meninggalkan teman yang kalian habiskan waktu bersama sehari-hari
Menendang setiap bahagia yang kalian miliki

Ayo
Lakukan
Raja telah tenggelam
Lakukan seperti yang kalian lakukan untuk raja kalian
Ya, kalian semua
Para menteri yang gila kendali
Para menteri yang maunya menang sendiri
Para menteri yang tak tau posisi
Para menteri yang haus kehebatan pribadi

Ayolah pak menteri
Aku ingin melihat sejauh mana kalian bisa berkorban
Jangan taunya cuma berkata lalu raja harus melakukan
Jangan cuma bisa menilai tanpa pernah mencoba memikirkan
Terlalu berotak hingga lupa perasaan

Ayolah pak menteri
Apakah itu yang kalian sebut teman
Ah benar
Kalian teman-teman yang hanya ada di otak
Menilik sesuatu dan semena-mena bertindak
Demi jabatan, teman kau sepak
Seolah musyawarah, nyatanya raja kau tembak

Jika belum menemukan teman yang ada di hati
Jangan sok bersikap menteri
Yang kalian pimpin hanya secuil dari jabatan di bumi
Baru beberapa bulan saja, tingkah mulai seperti kelinci

Hahahhaha lucu sekali
Sadarlah pak menteri
Bahkan kau sendiri belum bisa memisahkan kecemburuan pribadi
Jangan menambah bumbu sehingga raja bisa kau maki
Jangan sok hebat sehingga raja harus mengemis dan menangisi
Harus tau posisi
Harus bisa bernegosiasi
Kalian anggap dia raja atau boneka
Musyawarah yang kalian lakukan
Selalu hanya ingin menjatuhkan

Hahah benar
kalian teman
Kita lihat
Sejauh mana pertemanan
Saat ini raja tenggelam
Maukah kalian semua ikut menyelam
Jika iya tinggalkan semua bahagia
Lakukan seperti raja, menjadi boneka

Salam sayang bidadari untuk para menteri♡

Menyerah

padamu yang tercinta
pada jemari yang paling menguatkan
pada dekap yang paling menghangatkan

aku takut terlepas
dalam rindu yang kian berbalas
dalam jemari yang kuat teremas
aku takut terhenti
pada detak yang sering cepat
pada hati yang tesengat
aku takut terbiasa
dalam kecewa
dalam kehampaan jiwa
pada sisi yang lagi tak ada

untukmu cinta
aku terlalu cinta
aku telalu rindu pada "waktu" kita
pada jejak yang kita lewati bersama
kau tau
aku terluka melihat wajah lelahmu
aku terluka melihat tawa tipumu
aku terluka melihat lelapmu yang tak cukup
aku terluka melihat dudukmu yang amat kusut

kau suka, aku mencoba jua
kau benci, aku tetap berada disisi
tapi
jangan berpaling
jangan melangkah jauh
jangan membela yang lain
jangan melepas genggaman
aku tak bisa
aku tak tenang
aku tak sanggup

jangan melangkah terlalu besar
langkahku terlalu kecil
tapi mencoba menyelaraskan
sambil berlari-lari
sambil mengingatkan aku tertinggal

cinta
taukah kamu
aku mulai lelah
pada lari-lari kecil yang tak terlihat
kakiku hampir patah
tapi aku tau
tentangmu yang lebih berat
maka itu aku mencoba untuk mendorong
bukan lagi penyongsong
bukan lagi penenang
kali ini aku hanya akan tepat di belakangmu
menompang ketika kau jatuh
bukan lagi si pundak yang nyaman dan utuh

ahh tak apa.
aku masih memiliki kekuatan
untuk tetap berlari
untuk menyamakan kedudukan
untuk tetap sebagai pendamping
meski air mata berhamburan
meski sakit kian mematikan
meski hati tak tau lagi kebenaran

cinta
bagaimanapun keadaan
meskipun aku tak terlihat oleh dunia
jangan pergi
hingga aku lelah menanti~

Prajurit gila kekuasaan

Dalam tudingan-tudingan
pasukan 5 dan 6 terus melemparkan bom bom yang semakin lama semakin kelewatan
Pada awalnya masih bisa di terima
Lubang lubang yang di incar selalu tak kena
Sebab apa?
Sebab sebenarnya tak ada

Lalu mereka berlalu
Masih menuding lubang yang kian semu
Mengambing hitamkan si kambing yang sebenarnya memang hitam
Menggelapkan keadaan yang memang sudah gelap
Mata mereka seperti terkena panah. Buta dan tak terarah

Dan tetap
Menuding menjadi kelas kakap
Entah apa maksudnya
Entah apa tujuannya
Menuntut untuk menutup lubang
Namun sekarang mereka yang membuat lubang
Tak terbayang
Seberapa keras perlawanan pasukan 5 dan 6 itu
Tak belajar dari pengalaman masa lalu

Hanya beberapa saat memegang pisau
Di tikam kita tanpa risau
Hanya beberapa saat bisa memegang belati
Di sayat kita hingga mati

Tak gentar aku
Melawan sekutu
Yang seperti kutu
Tak hanya menghisap darah Tapi membuat gatal kepala
Lalu beranak pinak
Mengatakan kita sedarah
Sebab telah kau cicipi darahku
Sungguh tak tau malu

Dalam rambut gondrongmu
Kau tutupi wajah yang kian dusta
Seolah bersama
Namun nyata hanya menjadi sandera

Dalam kuku tajammu
Kau tutupi kotoran yang menjijikan
Lalu kau jabat tangan
Seolah setia
Namun nyata kau cakar ia dalam kotoran yang beracun

Tenanglah pasukan
Seperti masa lalu
Lubang yang kau cari hanya fatamorgana

Monday, November 21, 2016

Tuyul

di sini aku terduduk
dalam sarat  mata yang surut
pada muka yang ku tekuk

melalui hati
aku mencaci
tak bisa menangisi lagi
tak bisa berekspresi

semua  di atur
layaknya miniatur
menikmati segelas anggur
dalam gelas racun yang kau tabur
sambil mendengkur
aku tertidur

aku kini bermimpi
pada kenangan yang terus berlari
pada bahagia yang terguncang berkali-kali

tapi kali ini
aku sendiri
tak bisa kembali
seolah kaki di kunci
tangan di ikat dengan tali
mulut di bekap dengan tangan-tangan yang sering memegang belati
sakit sekali

bahkan hati tak tau
sesakit apa aku
bahkan Tuhan mau
untukku kembali seperti bidadari yang mengepakkan sayapnya lebih dari kamu

jangan menjadi tuyul
hantu bocah yang taunya mencuri hak yang bukan miliknya
kau tau betul
Tuhan hanya menguji orang-orang yang kuat hatinya
jadi tak apa
hanya menunjukkan seberapa hebat aku
hanya menunjukkn seberapa  iri kamu
hanya menunjukkan siapa yang Tuhan percaya ketangguhan hatinya

hahaha
hanya bisa tertawa
dengan tingkah yang tak perlu di jelaskan
sebab kau lebih tau kebenaran
sebab kau sutradara
dan aku aktornya saja

hahahah
mari tertawa bersama-sama
sebab bagiku kita teman
dan bagimu kita lawan
tak apa
baik-baik saja
aku :)


 




nenek sihir berigigi ompong

pada siang yang kemarau
pada pikiran yang kacau
pada bisikan-bisikan yang terus berkicau


jiwa ini terus berkelana dong
menelusuri isi buah kepala si gondrong
yang taunya menggonggong
lalu bisanya menodong
dikiranya aku odong-odong
nenek sihir bergigi ompong
dengan mulut monyong
tak sombong
tapi aku ini penyongsong
meski pistolmu menodong

tak apa
kita tertawa saja
menikmati semua serpih di jiwa
menikmati setiap drama
yang kau cipta

tak apa
aku baik-baik saja
hanya menjalani seperti yang kau pinta
hanya saja lepaskan dia
sandera yang kau ikat disanaa

jangan menyiksa
apalagi dengan kata-kata
sebab kini kata lebih menusuk di bandingkan jarum
membuatku tersenyum
dan terkagum-kagum
seolah harum
nyatanya siksa yang terkulum

ahh
tak apa
sudah biasa
yang ku anggap
selalu saja salah tangkap
yang ku sayang
selalu saja menyerang
yang ku pikir setia
selalu saja melangkah kesana
ke tempat yang tak bisa ku jangkau
terdengar  bisikan-bisikan yang bekicau
terlena pada pikiranku yang kacau
kuceritakan semua pada siang yang kemarau

Hakim

Tuhan
Aku telah mengadu padamu
Dan disini aku ingin berseru
Pada cerca yang sangat lucu

Aku diciptakan dalam keadaan bebas
Memang ada aturan-aturan
Namun dalam pertemuan ini aku bebas
Aku yang mau dipertemukan dan untuk ujung cerita aku jua yang menentukan
Memang ada takdir yang tak bisa di bolak balikkan
Tapi
Ini lucu sekali

Perjalananku di atur oleh para pengamat
Yang depannya seolah dekat
Dibelakang berkhianat

Ahh bebas saja
Aku tak merasa salah
Pada mereka yang ku anggap teman
Pada mereka yang ku anggap keluarga
Pada mereka yang ku pikir menerima
Yang ternyata pengharap untukku pincang
Yang ternyata pengharap untukku berhenti berjuang
Yang ternyata pengharap untukku mati tergantung
Yang ternyata pengharap untukku meninggalkan penguat saat terguncang

Ahh bebas saja
Percuma berbaik hati
Mengatakan "aku rindu sekali"
Mengatakan " kau tak sendiri"
Mengatakan " aku disini"
Karena hanya aku yang berpikir seperti itu
Karena hanya aku yang tulus menganggapmu

Dan aku bagimu hanya pengganggu
Lawan yang akan menghancurkan keluargamu
Ahh aku lupa
Hanya aku yang menganggap kalian keluarga
Hanya aku 

Kau lupa
Tentang khawatir yang kau anggap basa basi
Tentang rindu yang kau anggap enteng sekali
Tentang hati yang aku sendiripun tak mengerti

Aku terlalu bodoh
Berfikir bahwa aku temanmu
Terlalu bodoh
Terlalu menganggapmu

Bukan marah
Hanya kecewa

Ahhh bebas saja
Melarang untuk menyayangi sahabat sendiri
Lucu sekali
Itu hak yang tak bisa kau kendalikan
Jika memang terputuskan
Kupastikan Tuhan yang memutuskannya
Bukan kau ataupun dia

Ahh bebas saja
Namun tak bisa bebas
Sebab "teman" yang ku anggap itu kini memiliki kekuasaan
Untuk membuatku terduduk
Untuk membuatku bungkam
Untuk membuatku tak bisa bebas

Sahabatku menjadi tawanan mereka
Dan aku tak bisa berbuat apa-apa

Hanya saja kecewa
Dan kekanak-kanakan sekali
Kupastikan 10 tahun kelak kalian akan menyesal.
Kupastikan bahwa Tuhan akan berlaku adil.
Mungkin kali ini aku mundur
Untuk "menyelamatkan" sahabatku dari temanku

Si teman yang kini terlihat wajahnya
Bak algojo
Menentukan hidup matinya seseorang
Bak hakim
Dapat memutuskan terpenjara atau tidaknya seseorang
Tak apa Hakim yang sebenarnya akan bertindak. 

Dan teman percaya atau tidaknya kamu
Aku tak pernah sekalipun tak menganggapmu teman
Dan sekarang aku tau sejauh mana pertemanan kita

Dan sahabat percaya atau tidaknya kamu
Aku selalu menganggapmu sahabat bahkan keluarga
Dan percayalah, sebagaimanapun keadaan, sejauh apapun perpisahanan
Keluarga akan kembali
Sebab pengikat kita hati


Sunday, November 20, 2016

Kenalan baru

mungkin kau akan menemukan keluarga baru
keluarga yang lebih sempurna di bandingkan kami
mungkin kau akan menemukan sahabat baru
yang bisa membuatmu nyaman berada di sisi
mungkin kau akan menemukan kebahagiaan
yang tak bisa kami sempurnakan
mungkin kau menemukan pengalaman
yang tak dapat kami berikan
mungkin
mungkin
mungkin
dan mungkin ini hanya ketakutan
entahlah. takut yang berlebihan
takut di tinggalkan dan takut di lupakan

waktumu bahkan sekarang terlalu mahal.
menikmati kebersamaan kini hanya sebuah impian
ah
kau tak akan rasa
sebab kau berada di posisi yang akan hilang
Dan aku di posisi melihat kepergian seseorang
kita buta. saat itu adalah apa yang kita lakukan
dan mereka peka, saat itu adalah apa yang kita lakukan
mengingatkan sebelum kejadian
hanya cara untuk kita tetap bertahan
hanya cara agar kau tak terlena dan melepaskan apa yang kau punya

kita itu sama
kau bahagia aku bahagia
kau terluka aku jua

jadi
tolonglah
untuk memikirkan setiap peringatan-peringatan
untuk menghindar sari tindakan-tindakan
ini berlebihan
memang
tapi karena sayang.

pikirkan!
sebanyak apa kenalanmu yang masih peduli pada kehidupan yang kau alami
sebanyak apa kenalanmu yang menangis saat hatimu teriris
sebanyak apa kenalanmu yang mendukung saat mereka tau pasti bahwa hal itu tak ada untung
sebanyak apa kenalanmu yang berkorban untuk sebuah kepercayaan
sebanyak apa kenalanmu yang membela saat kau di cerca
sebanyak apa kenalanmu yang menunggu meski lelah merayu dayu
sebanyak apa kenalanmu yang menguatkan ketika kau dalam keterpurukan

ayo tunjukan, sebanyak apa
hingga kau rela mendua
hingga kau rela menendang ia
hingga kau rela mengabaikannya
sebanyak apa
hingga air mata tak menyentuh
hingga makian selalu berkeluh
hingga raut muka kian lusuh
sebanyak apa
hingga bersama menjadi jarang
hingga keterbukaan menjadi kurang
hingga pengorbanan menjadi jurang
sebanyak apa
hingga ego menjadi liar
hingga kata bak bisa ular
hingga hati terbakar-bakar
sebanyak apa
dan kapan kau akan sadar
ah
semua akan terasa. saat ruh tak lagi menyatu bersama jiwa.
Pada dasarnya, aku bahagia ketika kau di terima
Teruslah berbahagia dengan apa yang kau punya~
Bukan denganku atapun dengan "kita"

Friday, November 18, 2016

Rahmatku

sayang
 kali ini aku ingin bercerita
tentang Rahmat yang palingku syukuri di dunia
dia si keras yang pernah bermain tangan
dia si jiwa yang tak kenal kelembutan
dia si mulut yang buas mematikan
dia si sok yang tak tau apa itu pertolongan
dia si brengsek yang sulit dalam hal memaafkan
dia...Rahmatku yang dulu tak pernah kuinginkan

sayang
pernahkah kau mendengar
bahwa Tuhan tak memberi apa yang kamu  inginkan tetapi apa yang kamu butuhkan
dan itu benar
pada itu aku percaya teramat sangat
dan lebih percaya sejak pertemuanku dengan Rahmat

sayang
seperti janjiku, aku akan bercerita
tentang dia, Rahmatku
baik, sebenarnya cerita ini tentang sahabat
ini tentang orang yang mendukung meski sekarat
ini tentang orang yang sebisa mungkin membuat dingin menjadi hangat

ini tentang beban yang dapat dibagi-bagi
ini tentang air mata yang kini selalu menjadi saksi
ini tentang si brengsek yang kini menjadi pelindung si bidadari
tentang Rahmatku, si ganas yang memiliki hati
tentang Rahmatku, si bebs yang paling kusayangi

dia itu seperti ini
bak kaktus yang tak lagi berduri
namun, hati-hati
kau sentuh bidadari
durinya akan kembali

ah
sayang
aku bingung
menceritakan si Rahmatku itu
dia itu ya begitu
bagian konflik hidup yang paling seru
menjadi aktris yang paling beruntung, Aku

ah
dia itu begitu
Rahmat yang akan kuperjuangkan
Rahmat yang akan kupertahankan
sekarang dan nanti
menjadikan "persahabatan" lahir
menjadikan "keadaan" tak mengubah pola pikir
menjadikan "kematian" pemutus akhir
menjadikan "Rahmat Selisih Mara" sebagai takdir

Thursday, November 17, 2016

Kita dalam Masalah

Saat-saat itu seperti ini
Ketika kau menjadi bidadari
Peduli menjadi suatu hal yang terlihat langka sekali
Ketika kau menjadi penjahat
Peduli menjadi hal yang sering dan amat sangat

Ah
Terlalu manja
Terlalu terbiasa bersama
Maka sekali saja tak ada
Akan menjadi sesuatu yang aneh dan gila
Seakan kehilangan sesuatu yang sebenarnya tak begitu

Ehh
Tunggu
Tetapi ini benar, seperti terasa panas meski hujan mendobrak atap-atap rumah dengan kerasnya
Tetapi ini nyata, seperti angin yang ada namun tak terlihat wujudnya.


Jadi
Kita begini
Semua terlihat salah
Sebab kita memikirkan yang lain seperti memikirkan diri sendiri
Sebab kita saling peduli
Meski lewat maki atau lewat hati
Yang jelas ini bukan "baper"
Tapi, karena sayang yang begitu super.

Jadi
Kita ini ya begini
Nikmati
Jalani
Jangan pergi, itu kata kunci


Tuesday, November 15, 2016

Pudar

Untuk kesendirian yang menakutkan
Untuk kesunyian yang amat memilukan
Dalam rintik hujan, terdengar rintihan
Dalam semilir angin, terasa kehilangan
Kebersamaan

Sedikit demi sedikit dia memudar
Berpusing-pusing dan berputar-putar
Pelan, namun membuat gemetar
Kehangatan berubah menjadi takut yang menggelegar
Dalam keadaan sadar
Tapak itu mulai menghindar
Sebentar

Cerita akan terkikis
Tak akan sering tampak tangis
Tak ada lagi wajah bengis
Tawa dan baik-baik saja akan berbaris
Dalam dingin dan kaku yang tipis-tipis
Ah.. gerimis

Tidak panas
Tidak hujan
Tidak ada kepastian
Hanya mencari tempat aman
Menikmati sindiran
Menelusuri kepergian
Semua terhitung menjadi kesalahan
Sebab semua dinilai dari perasaan
Bukan kenalan atau teman
Ah.. persahabatan

Monday, November 14, 2016

Jejak ke 14

Untuk 14 yang paling membahagiakan
Jangan lupa pada 13 yang dihabiskan seharian
Merasakan asa dalam cerita
Menunggu untuk terciptanya masa depan bahagia
Tak ada pertengkaran
Hanya ada diskusi panjang sepanjang jalan

Kembali...
Untuk 14 yang paling membahagiakan
Skala, untuk pertama dalam keramaian
Dalam 30 yang harus di keluarkan
Pada sebuah ikatan yang dikuatkan
Berdentum-detum seolah kembali jatuh
Bak bibit yang mulai tumbuh

Untuk 2 yang akan menjadi 14, ini membahagiakan
Belum terjadi
Namun terbang tinggi
Untuk kebahagiaan yang terbawa mimpi
Menari-nari
Menepis sepi
Sungguh, indah sekali

Untuk ke 14 yang tetap bertahan,ini membahagiakan
Bahu tertepuk saat sengsara
Senyum merekah saat bahagia
 Dan
Semua kita lalui bersama
Hanya saja terima kasih untuk hadir
Untuk setiap cerita dan kenangan yang terukir
Untuk menjadikan " BERTAHAN " sebagai takdir

Sunday, November 13, 2016

TENTORKU YANG BERKETUA

(Ruhul aflah abdullah)

Saat keadaan bertidak
Aku tak bisa menyalahkannya.
Bukan salahmu
Bukan salahku
Bukan salah kita
Hanya keadaan.
Ya keadaan
Bila kau jauh, tak berarti tak ada lagi ada 'kita'
Sebab yakinku jiwa kita bersama
Tapi kau tau
Ketakutan itu tak bisa di elak
Dia berlagak
Bersama dengan maki dan keluh
Bersama air mata dan rindu
Bersama dukungan dan gaduh
Ah
Bukan mengekang
Bukan mengarang
Bukan menyerang
Hanya saja aku terlalu sayang.
Hanya takut kau berhenti berjuang
Hanya ketakutan yang seharusnya ku buang
Hanya takut kau hilang
Hanya yang seharusnya tidak ada kadang.
Kau tau
Aku malu
Aku muak
Aku resah
Oleh cerita yang berakhir kandas
Sebab percaya di balas dusta
Sebab rindu di balas kelu
Sebab cinta di balas kecewa
Sebab aku terlalu cinta
Pada manusia yang sering tak peka
Kalian!
Ya
Kita
ARAS
Tentorku yang berketua

Wednesday, November 9, 2016

ARAS: KALA MALAM DATANG

ARAS: KALA MALAM DATANG: Abu Dua puluh tahun gambarkan sebuah cerita  kisah ku untuk kau kenang sabai  sosok manusia yang pernah ada Abu, jika aku ...

Tuesday, November 8, 2016

KALA MALAM DATANG

Abu



Dua puluh tahun
gambarkan sebuah cerita 
kisah ku untuk kau kenang sabai 
sosok manusia yang pernah ada




Abu, jika aku boleh mengadu. Yang paling menyakitkan dari kepergianmu adalah kenyataan bahwa tidak ada satu lelakipun yang akan menjaga dan merelakan semua hanya untuk satu senyum pada wajah gadis kecilmu ini. Kenyataan itu membuatku pilu, membuatku iri sekali pada wanita-wanita yang ada ayahnya.
Sebab sejatinya ayah, rela mati demi kebahagiaan si tuan putri~ (8 november 2016)



Terima kasih umi
untuk setiap air mata dalam doamu.
untuk tetap bertahan dalam kesendirian
untuk tetap percaya pada ketentuan Tuhan
Terima kasih umi
karena meski sendiri kau tak jatuh dalam keterpurukan
untuk bahagia yang kau tunjukkan
untuk kasih sayang yang menghangatkan
Untuk pelukan penuh cinta pada saat aku merasa ketakutan
Untuk peringatan-peringatan
untuk tetap bersyukur dalam kepahitan
Untuk marah saat melakukan kesalahan
Untuk sabar yang tak terbayangkan
Terima kasih umi
Untuk tetap disisi meski sendiri
untuk terus kuat meski keadaan benar-benar sekarat
Untuk teguh meski beban tak kian luluh
Untuk tetap setia hingga mati menyapa
Untuk kekuatan yang kau beri di setiap waktu
Untuk tetap ada dan terus mendidik dan merawat kami
Kau tau. Bahkan air mataku tak bisa melambangkan betapa aku berterima kasih padamu.
20 tahun tepat hari ini. Kau dekap aku dan 4 saudaraku dalam pelajaran yang paling berharga "bahwa Tuhan bersama kita".
Meski abu tiada, kau kata "Tuhan menyayangi kita, jangan mengeluh pada takdir, tapi bersyukurlah pada apa yang masih hadir"
Terlalu banyak pelajaran yang nyata darimu,
Tentang ketabahan, kesabaran, kesederhanaan, kebersyukuran, kenikmatan, kasih sayang, memaafkan, dan yang utama tentang kesetiaan, 20 tahun lamanya. kau kata
"Bahwa Abu lelaki yang tak bisa terganti"
Bahwa ayahku seseorang yang bisa kubanggakan, meski semua cerita hanya dapat kuhayalkan.
Terima kasih, untuk 20 tahun yang aku tak mampu membayangkannya
Untuk 20 tahun dalam kesendirian yang tak pernah kau keluhkan.
Kau surgaku, semoga Allah selalu menjagamu.
*untukmu abu, aku rindu, terlebih umi cinta sejatimu*
-Jumat, 08 November '96. Drs.Tgk.ABDULLAH YUSUF -
(08 november 2016)