Friday, December 30, 2016
2016
Untuk malam terakhir di penghujung tahun
Tetap saja semua beruntun
Bertengkar lalu berserakan bak di hantam air terjun
Semua terasa lebih meletihkan,berderu mengayun-ayun
Berawal dari mimik muka, sikap terbuka, dan akhirnya menendang lambat laun
Tak sanggup lagi, untuk bertahan pada satu tujuan yang mengalun
Bak berkebun
Kebiasan-kebiasaan itu akan tumbuh sebab sikap angkuh yang kau siram dengan air embun
ANAK-ANAK ABDULLAH

Untuk yang tercinta, kutulis ini sebab bibir ini tak mampu berbicara sejauh mana aku mencinta...
Bertajuk rindu
Berguling pada kisaran waktu yang sudah lama berlalu.
berteduh dalam satu pelukan ibu
bermimpikan untuk bertemu abu
bersama melewati setiap masa
pelengkap dari sebuah cerita
pemuas dalam bahagia
dua pasangan yang selalu menderaikan tumpahan asa
melerai duka
menerangi saat gelap gulita
dan kini sudah semestinya aku bercerita tentang mereka.
untuk yang pertama
menyampaikan perhatian di balik nada cepat dalam bicaranya
melakukan semua tugas saat aku melupakannya
menolong pekerjaan rumah, meski marah menjadi topengnya
meski pertama
ia selalu yang membutuhkan pertolongan pertama
bukan apa-apa
aku terlalu sayang padanya
mempunyai kulit hitam yang sama
dan terkadang diangap serupa
untuk yang kedua
yang memiliki kulit berbeda
dia laki-laki pertama dalam keluarga
jika berbicara tentangnya
kau akan teringat canda tawa yang di bingkainya
ketulusan dan kebersihannya jangan di tanya
jangan membuatnya marah, dia akan menjadi berbeda
tetap saja, dia darah yang akan terus menjaga
selanjutnya, ini tentang si ketiga
si gadis yang keras kepala
namun dalam beberapa hal kami serupa
kulitnya jauh sekali berbeda
dia yang menunjukkan perhatian dengan mendengar cerita
terkenal dengan tawanya yang didampingi oleh air mata
tak ada kata, untuk dia yang kucinta
dan yang terakhir, yang ke empat
laki-laki kedua yang malasnya teramat
namun kasih sayangnya jua jelas terlihat
dia akan memberi segala yang dia punya meski sekarat
mendorongku untuk menjadi seseorang yang terhormat
dan yang paling paham tentang situasiku bak pengamat
untuk jelasnya, darahku yang satu ini juga penyemangat
begitulah
anak-anak Abdullah
meski terlihat marah
merekalah yang akan menolong disaat susah
sejauh apapun darah
dia akan kembali ke rumah
tempat dimana setiap cerita terjadi
tempat terhangat yang pernah kumiliki
tempat dimana lima serangkai anak abdullah di didik umi
tempat dimana kutemukan cinta sejati
Wednesday, December 28, 2016
YMB

pertama kali kita bersama, berdua dalam keheninggan malam
beranjak pergi, hanya sejenak dari mata yang tajam
semua asa dalam angin yang dingin terbungkam
menenggelamkan setiap derita dan gelap temaram
bersama kita terdiam
kembali menuju ke tempat yang paling kelam
dimana kau hanya bisa diam
menikmati beban yang kejam
bergerak dalam pengawasan mulut yang tajam
untukmu, tetaplah kuat-sekuatnya
terima kasih untuk cokelat pertama
akan ku ingat di hati dan kepala
di tempat yang masih segar di pandang mata
Lamteba
sabtu malam, 29 okt 2016 YMB
Jejak Tentor
![]() |
| Jejak yang akan beranjak, meninggalkan tapak-tapak~ |
oleh hati yang busuk
mendukung
lalu terkepung
pada jejak yang sebentar lagi menghilang
pada amarah yang kian lama menjulang
kembali
pada hati yang menanti
kembali
pada air mata yang merindui
kembali
pada luka yang menghantui
tak apa, tak apa lagi
belum terlambat sama sekali
ayo kembali
aku masih disini
kamis, 17/11/2016
'UNTUK' & 'YANG'
untuk ia yang senang tertawa
untuk tawa yang berselimut dusta
untuk dusta yang membawa bahagia
untuk bahagia yang berakhir bencana
untuk bencana yang menghasilkan duka
untuk duka yang bersenandung ria
untuk ria yang berlanjut tua
untuk tua yang berlangsung lama
untuk lama yang bertentang jiwa
untuk jiwa yang terhanyut hampa
untuk hampa yang menerka-nerka
untuk terka yang mengandung prasangka
untuk prasangka yang menyeret dosa
untuk dosa yang menarik neraka
untuk neraka yang dihindari semua
untuk semua yang sering bicara
untuk bicara yang tak ada makna
untuk makna yang bernuansa cerca
untuk cerca yang menunjukkan kalahnya
untuk kalahnya yang terlihat di mata
untuk mata yang kembali buta
untuk buta yang arahnya tiada
untuk tiada yang di buat ada
untuk ada yang mengada-ada
untuk mengada-ngada yang berbumbu nestapa
untuk nestapa yang dihadapi manusia
untuk manusia yang setengah gila
untuk gila yang menghakimi sesama
untuk sesama yang kini tak lagi sama
untuk sama yang bersemayam dalam kecewa
untuk kecewa yang disebabkan ia^^
untuk kecewa yang disebabkan ia^^
Friday, December 9, 2016
GANDA
Ada hakim dimana-mana, katanya
lalu dia berjalan menusuri wajah-wajah gelisah yang terpana
pada bibirnya terlontar kata-kata yang mengisyaratkan betapa hebatnya ia
ia berhenti sejenak
menghipnotis para pembuat sajak
melihat jilatan setiap ludah yang di injak
lalu ia kembali berjalan
menjalani semuanya sesuai keadaan
menepi saat yang lain kebakaran
hei! ada hakim dimana-mana
jaga sikap dimanapun kau berada
jaga ucapan saat para hakim membuka mata
kemudian ia lihat ada yang terbungkuk-bungkuk
berlutut dan tertekuk
tertawa sambil mengutuk
apa yang kau lakukan
sudahku katakan
jangan kau ludahkan
akan dijilat meski itu menjijikkan
berakkan saja
taikkan saja
sebab para hakim itu taunya berak dan taik orang lain
tak peduli dengan pernah bersama untuk makan, minum dan main
hei, cukup!
ada hakim dimana-mana
nanti kau terbunuh dengan keputusan mereka
kau tak takut pada mulut-mulut buas serigala
bahkan anjing saja akan berhenti menggong-gong saat serigala mulai mengeluarkan suaranya
ah, kau pengecut sekali
kentutkan saja mereka berkali-kali
kujamin kentutmu lebih berarti dibandingkan suara-suara yang tak ada arti
jangan hiraukan lagi
buat apa peduli
husssttt, ada hakim dimana-mana
jangan lupa
nanti kau di cerca
di rendahkan dan lebih di hina
takutlah, takutlah pada moncong serigala
kan sudah kukatakan, anjingpun takut mendengar suaranya
ahhh, percuma
ia bukan anjing, jadi tak ada ketakutan yang perlu dirasa
lalu buat apa lari pada suara jika memang perlu saat di terkam kau ikut menerkamnya juga
kujamim, terkamannya tak bisa menyakiti dia
kau tau, ada sesuatu yang tak bisa disentuh di dunia ini
meski sesuatu itu akan terlihat lemah dan terus di uji
kebenaran yang berasal dari hati
dan tak semua memiliki
hustt hustt! ku bilang ada hakim dimana-mana
ahhh cukup, cukup!
sebaiknya mulutmu kau tutup
lama-lama kau seperti hakim yang moncongnya tak pernah terkatup
huft aku lelah sekali
hmm, begini
biarlah dan berlagaklah layaknya hakim di bumi ini
sebab di akhirat nanti ada hakim yang sejati
kapan lagi bisa terlihat hebat, ya disini.
bumi
hei sebentar, aku tertawa kini
hihihi^^
kita akhiri
salam sayang bidadari.^0^
lalu dia berjalan menusuri wajah-wajah gelisah yang terpana
pada bibirnya terlontar kata-kata yang mengisyaratkan betapa hebatnya ia
ia berhenti sejenak
menghipnotis para pembuat sajak
melihat jilatan setiap ludah yang di injak
lalu ia kembali berjalan
menjalani semuanya sesuai keadaan
menepi saat yang lain kebakaran
hei! ada hakim dimana-mana
jaga sikap dimanapun kau berada
jaga ucapan saat para hakim membuka mata
kemudian ia lihat ada yang terbungkuk-bungkuk
berlutut dan tertekuk
tertawa sambil mengutuk
apa yang kau lakukan
sudahku katakan
jangan kau ludahkan
akan dijilat meski itu menjijikkan
berakkan saja
taikkan saja
sebab para hakim itu taunya berak dan taik orang lain
tak peduli dengan pernah bersama untuk makan, minum dan main
hei, cukup!
ada hakim dimana-mana
nanti kau terbunuh dengan keputusan mereka
kau tak takut pada mulut-mulut buas serigala
bahkan anjing saja akan berhenti menggong-gong saat serigala mulai mengeluarkan suaranya
ah, kau pengecut sekali
kentutkan saja mereka berkali-kali
kujamin kentutmu lebih berarti dibandingkan suara-suara yang tak ada arti
jangan hiraukan lagi
buat apa peduli
husssttt, ada hakim dimana-mana
jangan lupa
nanti kau di cerca
di rendahkan dan lebih di hina
takutlah, takutlah pada moncong serigala
kan sudah kukatakan, anjingpun takut mendengar suaranya
ahhh, percuma
ia bukan anjing, jadi tak ada ketakutan yang perlu dirasa
lalu buat apa lari pada suara jika memang perlu saat di terkam kau ikut menerkamnya juga
kujamim, terkamannya tak bisa menyakiti dia
kau tau, ada sesuatu yang tak bisa disentuh di dunia ini
meski sesuatu itu akan terlihat lemah dan terus di uji
kebenaran yang berasal dari hati
dan tak semua memiliki
hustt hustt! ku bilang ada hakim dimana-mana
ahhh cukup, cukup!
sebaiknya mulutmu kau tutup
lama-lama kau seperti hakim yang moncongnya tak pernah terkatup
huft aku lelah sekali
hmm, begini
biarlah dan berlagaklah layaknya hakim di bumi ini
sebab di akhirat nanti ada hakim yang sejati
kapan lagi bisa terlihat hebat, ya disini.
bumi
hei sebentar, aku tertawa kini
hihihi^^
kita akhiri
salam sayang bidadari.^0^
Tuesday, December 6, 2016
Rindu Beranjak
Diam
keheningan tercuram
bersimpuh dan tenggelam
menyatu dan meredam
asa kini mulai tersulam
melilit jiwa yang kelam
Jarak
terucap pada sajak
tentang rindu yang beranjak
hilang tak berjejak
menaungi sepasang tapak
terhanyut dan tak bergerak
menikmati setiap kenyataan yang bertindak
dalam diam kita berjarak...
5/12/16
keheningan tercuram
bersimpuh dan tenggelam
menyatu dan meredam
asa kini mulai tersulam
melilit jiwa yang kelam
Jarak
terucap pada sajak
tentang rindu yang beranjak
hilang tak berjejak
menaungi sepasang tapak
terhanyut dan tak bergerak
menikmati setiap kenyataan yang bertindak
dalam diam kita berjarak...
5/12/16
Kembali
oleh hati yang busuk
Mendukung
lalu terkepung
pada jejak yang sebentar lagi menghilang
pada amarah yang kian lama menjulang
kembali
pada hati yang menanti
kembali
pada air mata yang merindui
kembali
pada luka yang menghantui
tak apa lagii
belum terlambat sama sekali
ayo kembali
aku masih disini...
17/11/16
Thursday, December 1, 2016
Manis
si manis
bersikap puitis
kemudian menangis
dunia begitu sadis
banyak orang bersikap apatis
perangai narsis
yang lain mengemis-ngemis
diluar gerimis
hatinya tersimpan keris
bertujuan mengikis
sakitnya berlapis-lapis
seolah diiris-iris
tragis!
kini semua sama persis
menumbuhkan kumis
agar terlihat bengis
nyatanya muka berkudis
nyaris
sayangnya tak dapat ku tepis
hidup yang terlalu magis
sampai Jumat merindukan Kamis
bersikap puitis
kemudian menangis
dunia begitu sadis
banyak orang bersikap apatis
perangai narsis
yang lain mengemis-ngemis
diluar gerimis
hatinya tersimpan keris
bertujuan mengikis
sakitnya berlapis-lapis
seolah diiris-iris
tragis!
kini semua sama persis
menumbuhkan kumis
agar terlihat bengis
nyatanya muka berkudis
nyaris
sayangnya tak dapat ku tepis
hidup yang terlalu magis
sampai Jumat merindukan Kamis
Labels:
@ruhulaflah
A.T
gelap menyengat
melaknat hati yang teramat
memaki setiap amanat
memikul setiap asa yang keramat
seakan terhormat
seolah sempat
takut tersesat
semua seperti mayat
tergusur dan melihat
wajah-wajah malaikat
bersikap cacat
mencerminkan hati berkarat
terlaknat!
kau yang mengikat
jejak sahabat
semua sudah terlambat
manisnya hanya sesaat
memori telah terangkat
tak lagi ingat
tersisa perihnya urat
terkenanglah kau penjahat
ku tunggu kau di akhirat
melaknat hati yang teramat
memaki setiap amanat
memikul setiap asa yang keramat
seakan terhormat
seolah sempat
takut tersesat
semua seperti mayat
tergusur dan melihat
wajah-wajah malaikat
bersikap cacat
mencerminkan hati berkarat
terlaknat!
kau yang mengikat
jejak sahabat
semua sudah terlambat
manisnya hanya sesaat
memori telah terangkat
tak lagi ingat
tersisa perihnya urat
terkenanglah kau penjahat
ku tunggu kau di akhirat
kecil yang bermasa
pada setiap tetesannya
teringat akan masa dimana lumpur menjadi sangat menyenangkan
dimana repetan ibu menjadi sesuatu yang sangat dirindukan
sawah jadi lahan permainan
dan sekarang tidak
hanya ada rindu yang kelabu
hanya ada kehilangan yang kelu
hanya ada sakit yang membisu
pada setiap tetesannya
kembali terulang tawa anak-anak yang masih suci
luapan airnya jadi lahan mencari ikan di parit-parit kecil
tak peduli raut muka ibu yang membuat mati berdiri
hanya menikmati setiap perjalanan yang begitu sederhana namun berbeda
dan sekarang tidak
hujan hanya mengeluarkan keluh
hanya dinikmati dalam kasur
hanya mendekap di dalam rumah dan tidur
sambil berkata " hujan dan kenangan"
tak ada lagi menciptakan kenangan
hanya berkata lalu menangis pilu
hanya berkata lalu tersenyum kaku
hanya berkata lalu berlalu~
untuk kenangan masa kecil
terima kasih menciptakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan oleh anak masa kini
hanya sebagian kecil
yang bisa menikmati
baik dengan secangkir kopi
atau dengan teman berlari-lari pada rintik yang berbunyi
teringat akan masa dimana lumpur menjadi sangat menyenangkan
dimana repetan ibu menjadi sesuatu yang sangat dirindukan
sawah jadi lahan permainan
dan sekarang tidak
hanya ada rindu yang kelabu
hanya ada kehilangan yang kelu
hanya ada sakit yang membisu
pada setiap tetesannya
kembali terulang tawa anak-anak yang masih suci
luapan airnya jadi lahan mencari ikan di parit-parit kecil
tak peduli raut muka ibu yang membuat mati berdiri
hanya menikmati setiap perjalanan yang begitu sederhana namun berbeda
dan sekarang tidak
hujan hanya mengeluarkan keluh
hanya dinikmati dalam kasur
hanya mendekap di dalam rumah dan tidur
sambil berkata " hujan dan kenangan"
tak ada lagi menciptakan kenangan
hanya berkata lalu menangis pilu
hanya berkata lalu tersenyum kaku
hanya berkata lalu berlalu~
untuk kenangan masa kecil
terima kasih menciptakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan oleh anak masa kini
hanya sebagian kecil
yang bisa menikmati
baik dengan secangkir kopi
atau dengan teman berlari-lari pada rintik yang berbunyi
Subscribe to:
Posts (Atom)


