Jika aku nantinya kerja.
Aku mau jadi pelawak. Biar bisa buat kamu ketawa terus
Aku mw jadi supir. Biar bisa nemenin kamu kemanapun itu
Aku mau jadi anak PLN. Biar nerangin hari2 kamu
Aku mw jadi tukang pijit. Yang bisa mijitin kamu pas capek
Aku mw jadi psikolog. Buat denger keluh kesah kamu
Mw jadi sastrawan. Buat nulis kamu di hati dan kepalaku
Dannn
Aku mau jadi wanita spesial. Yang selalu bisa ngalahin semua pekerjaan yang ada di dunia dan aku menjadi wanitamu satu-satunya yang bisa menenangkanmu dan membuatmu nyaman dalam keadaan apapun.
Membuatmu tersenyum meskipun masalahmu berat. Wanita yang kamu jaga hatinya. Yang kamu hormati.
Kamu hargai dan dengan hadirku, cukup hadirku, menghilangkan semua beban yang ada.
Benar-benar hanya cukup hadirku.
Ahh susah ya menjadi wanita spesialnya kamu?
Aku mau kamu
Aku mau jadi wanita seperti itu bagimu
Aku mau yang satu-satunya wanita yang bisa membuat singa menjadi jinak
Singanya kamu.
Maksudku bukan kamu itu singa.
Tpi 'keberadaanku' yang dapat membuatmu terlena
Bisakah aku mendapat pekerjaan itu?
Menjadi wanita spesialmu?
Jika bisa, Terima lamaran kerjaku
Saturday, August 12, 2017
JULI
Juli
Seberapa sering hujan membasahimu
Seberapa banyak bunga mekar pada masamu
Ah. Aku lupa
Kamarau sedang melanda
Dan pada petuah orang tua
Ini cobaan namanya
Juli
Lihatlah
Ini pertanda akan berakhir
Namun masih saja memiliki sikap yang berlendir
Juli
Akankah Mata-ie kembali menuai air?
Atau seharusnya sudah "cukup" dan berakhir
Agar lebih menghargai setiap yang hadir
Senin. 31 juli 2017
Seberapa sering hujan membasahimu
Seberapa banyak bunga mekar pada masamu
Ah. Aku lupa
Kamarau sedang melanda
Dan pada petuah orang tua
Ini cobaan namanya
Juli
Lihatlah
Ini pertanda akan berakhir
Namun masih saja memiliki sikap yang berlendir
Juli
Akankah Mata-ie kembali menuai air?
Atau seharusnya sudah "cukup" dan berakhir
Agar lebih menghargai setiap yang hadir
Senin. 31 juli 2017
JADI, APA KABAR?
Kau tau sesuatu.
Tentang masa itu
Dimana berbagi menjadi sesuatu yang "mau"
Maksudku kita mau melakukan apapun itu
Demiku atau demimu
Tawaku tawamu
Sedihku sedihmu
Ah benar, "mau " yang ku maksud itu
Jadi begini, apa kabar?
Sejak saat itu kau menjadi hambar
Berjalan pelan dan melanggar
Tembus angin bak di kejar
Jadi, apa kabar?
Bagaimana dengan kisah yang tersebar
Bahwa jiwa layaknya kembar
Bahwa jasad "benar-benar" apa yang mereka anggap benar
Atas dasar apa kisah itu memudar
Ah. Ini seperti kertas yang terbakar
Meski kau tulis kisah itu hingga mengakar
Ia hilang seolah tak pernah berkabar~
Jadi apa kabar?
9.8.2017. Rabu
Ku tulis ini untuk dia yang kurindukan
Menghilang seolah tak ada kenangan
Dan berperilaku seperti lawan~
Awal, setelah lama menghilang
Sudah berbulan-bulan aku tak menulis
Pikiranku seperti terkikis
Benar, ini miris
Dan sedikit egois
Maksudku, bagaimana mungkin kejadian yang sama membuatmu mati rasa?
Tapi hebatnya hati menjadi lebih peka
Benar. Ini terjadi di dunia
Bagaimana kau kecewa
Hanya karena kau percaya kepada manusia
Jadi begini.
Duduk disini
Abaikan yang menyakiti
Hidup harus di lanjuti
Jangan rebut kebahagiaan orang
Dan janga mau bahagiamu hilang hanya karena manusia yang bimbang~
Pikiranku seperti terkikis
Benar, ini miris
Dan sedikit egois
Maksudku, bagaimana mungkin kejadian yang sama membuatmu mati rasa?
Tapi hebatnya hati menjadi lebih peka
Benar. Ini terjadi di dunia
Bagaimana kau kecewa
Hanya karena kau percaya kepada manusia
Jadi begini.
Duduk disini
Abaikan yang menyakiti
Hidup harus di lanjuti
Jangan rebut kebahagiaan orang
Dan janga mau bahagiamu hilang hanya karena manusia yang bimbang~
Subscribe to:
Posts (Atom)