Saturday, November 4, 2017

MENDUNG

hari ini
mendung mendampingi
hidup terkhianati
bukan sekali namun dua kali

pernahkah kau mengambil keputusan kemudian kau harap tak ada yang berubah dari keputusanmu
seharusnya memang begitu
namun, aku terlena dan bodoh
membodohi diri dan menyakiti diri

jadi begini, ketika masa-masa di sekolah dulu aku bertekad untuk tidak memiliki hubungan atau bahkan rasa "kau bagianku dan aku bagianmu"
lebih tepatnya aku tak ingin memiliki sahabat atau bahkan teman dekat

aku hanya ingin memiliki teman sekedar teman
tak lebih dan tak kurang
hanya sebatas kenalan
hanya sebatas iklan

lalu saat aku menduduki bangku perkuliahan
hati yang membatu terseret dalam debu yang di hasilkan tetesan kehangatan

bahkan jalanku berubah total
selain sahabat-sahabat susah senangku dulu, ini lebih hebat
aku menemukan 3 sahabat yang mungkin tak akan ku temukan lagi di dunia
bahkan surga maupun neraka

jika kau berbicara tentang kelekatan
kau tak akan menemukan kelekatan yang jauh lebih besar dibandingkan persahabatan kami,
oh benar, tak sebanding dengan kelekatan orang tua dengan anaknya hahaha
tetapi, maksudku begini
dalam perjalanannya, kami saling menguatkan satu sama lain
dan semakin jauh kami berjalan, maka semakin besar rintangan
namun tak ada yang bisa melepas kelekatan itu
tak ada
selalu bersama
merangkai cerita
menembus mimpi
mengitari gunung yang tinggi
melewati perjalanan hingga calang pidie
bersama
dan selalu bersama
dengan tawa
dengan saling menjaga
dengan hati yang bersatu dalam dansa


tapi kau tau
aku lupa akan sesuatu
seperti kedatangan orang dari "luar", hati manusia,takdir hidup, dan yang terpenting TUHAN

Kadang kala, harapan dan tempat mengeluh menjadi hilang arah
kadang kala, hati lara menjenguk luka
kadang kala, hati terbolak-balik meninggalkan cerita

sebagaimana aku di masa sekolah
aku kini mengalami hal yang lebih parah

aku selalu percaya, yang sejati akan kembali
namun yang terjadi adalah dalam hidup tak ada yang sejati
hanya Tuhan tempat kembali dan mengabdi

keluarga akan kembali pada saatnya
dan keluarga itu hanya yang mendasari darah dalam badan.

Jadi
aku kini kembali lagi pada fase menutup diri
menepi
dan berhenti

menanti
menuruni
sakit di hati

pada air mata yang pernah tumpah
pada tapak-tapak penunjuk arah
pada kehangatan yang berdarah

kuucapkan padamu terima kasih untuk segala nya



tumpah ruah

1 APRIL 2017
SABTU,
disudut rekaman hati


siklus

kenyataan yang menampar
sesungguhnya kau mati terkapar

olehmu atau oleh pilihanmu
sering kali kau membual tentang rindu
tentang sejatinya kekuatan bertahan
namun kau salah satu dari beribu 
yang menatapku dalam satu waktu dan itu mematikan

tercabik dan membodohi diri hingga mati
membudakkan dengan cara mengasihani
lalu kembali lagi

kau terbodohi
oleh kekuatan yang paling hakiki
membawa hati 
lalu kau tersiksa hingga mati

ampun

segera
setelah semua sirna
setelah semua yang ada
setelah semua berbunga

kematian menyapa
lalu daun-daun yang berwarna menyala berubah menjadi gelap gulita

kau mungkin mengira semua hanya alasan belaka
atau barangkali ini hanya hinaan dan kumpulan kesalahan yang disimpan hingga kobaran api meluap-luap hingga kita berada di jalan yang berbeda

kau mungkin lupa
tiap perbuatan adalah "kesalahan" yang kita terka
kemudian kilatan lidah berlomba-lomba tentang "kebenaran" siapa

kau lupa
setiap yang mengetahui "mengalah" harusnya jangan di kata
buat, dan mengetahui sesama
tentang keadaan yang memaksa


mungkin

suatu hari nanti
kita akan mengerti
barangkali ini bukanlah yang sejati

tak peduli dengan apapun
aku minta ampun
untuk berujung pada ikatan yang membuatku mati beruntun

Sunday, September 24, 2017

Tuhan semesta Alam

Pada patah-patah
Kupikir ini keterlaluan
Menyudutkan kebahagiaan
Menyela setiap perjuangan

Kian harap menguap
Menepis kasih Tuhan
Sekejap menghilang
Lalu kembali berimbang
Sekejap kemudian tinggi menjulang

Jejak kusut, menyulut ketidakbersyukuran

Kala nafas terjerat
Kala itu dengan menyebut nama-Nya bibir tersumbat

Kala nafas terbebas
Jiwa dan hati kerap merampas
Melupa pada tempat berpulang

Tangga menunggu
Naiki atau turuni
Atau berhenti

Sebab jelasnya
Hati kian mati
Saat benci menyelimuti

Kala itu ombak membunuh imajinasi
Langit menyadari
Aku tak sendiri
TUHANku maha mencintai♡

Pada-Nya ku berpulang
Pada-Nya dimiliki cahaya terang menderang




21 maret 2017

Thursday, September 21, 2017

1 Muharram, Hati Masih Kelam

Allah
pada setiap nafas yang berhembus tanpa rasa syukur
setiap langkah  yang tak pernah terukur
tergulung nafsu dunia dan kufur
tawa yang menggema tanpa malu meninggalkan titah Allah yang tak pernah tidur
senantiasa berbuat dosa dengan bangga dan enggan mundur

Allah
berikan cinta ini untuk-Mu
lembutkan hati yang kian mengeras
sesungguhnya aku ingin menjadi salah satu hamba kesayangan-Mu
dicintai dan mencintai-Mu melebihi kapasitas cinta yang Ada

aku ingin kata dan harap ini menjadi nyata
jiwa dan raga bergerak dan senantiasa menjaga dari apa yang kau tak suka
mencintai sang pemilik cinta
sesungguhnya Allah engkau sebenar-benarnya CINTA :(

Saturday, August 12, 2017

KERJAAN

Jika aku nantinya kerja.
Aku mau jadi pelawak. Biar bisa buat kamu ketawa terus

Aku mw jadi supir. Biar bisa nemenin kamu kemanapun itu

Aku mau jadi anak PLN. Biar nerangin hari2 kamu

Aku mw jadi tukang pijit. Yang bisa mijitin kamu pas capek

 Aku mw jadi psikolog. Buat denger keluh kesah kamu

Mw jadi sastrawan. Buat nulis kamu di hati dan kepalaku

Dannn

Aku mau jadi wanita spesial. Yang selalu bisa ngalahin semua pekerjaan yang ada di dunia dan aku menjadi wanitamu satu-satunya yang bisa menenangkanmu dan membuatmu nyaman dalam keadaan apapun.
Membuatmu tersenyum meskipun masalahmu berat. Wanita yang kamu jaga hatinya. Yang kamu hormati.
Kamu hargai dan dengan hadirku,  cukup hadirku, menghilangkan semua beban yang ada.
Benar-benar hanya cukup hadirku.

Ahh susah ya menjadi wanita spesialnya kamu?
Aku mau kamu
Aku mau jadi wanita seperti itu bagimu
Aku mau yang satu-satunya wanita yang bisa membuat singa menjadi jinak

Singanya kamu.
Maksudku bukan kamu itu singa.
Tpi 'keberadaanku' yang dapat membuatmu terlena

Bisakah aku mendapat pekerjaan itu?
Menjadi wanita spesialmu?
Jika bisa, Terima lamaran kerjaku

JULI

Juli
Seberapa sering hujan membasahimu
Seberapa banyak bunga mekar pada masamu

Ah. Aku lupa
Kamarau sedang melanda
Dan pada petuah orang tua
Ini cobaan namanya

Juli
Lihatlah
Ini pertanda akan berakhir
Namun masih saja memiliki sikap yang berlendir

Juli
Akankah Mata-ie kembali menuai air?
Atau seharusnya sudah "cukup" dan berakhir
Agar lebih menghargai setiap yang hadir

Senin. 31 juli 2017

JADI, APA KABAR?

Kau tau sesuatu.
Tentang masa itu
Dimana berbagi menjadi sesuatu yang "mau"
Maksudku kita mau melakukan apapun itu
Demiku atau demimu
Tawaku tawamu
Sedihku sedihmu
Ah benar, "mau " yang ku maksud itu

Jadi begini, apa kabar?
Sejak saat itu kau menjadi hambar
Berjalan pelan dan melanggar
Tembus angin bak di kejar
Jadi, apa kabar?
Bagaimana dengan kisah yang tersebar
Bahwa jiwa layaknya kembar
Bahwa jasad "benar-benar" apa yang mereka anggap benar

Atas dasar apa kisah itu memudar
Ah. Ini seperti kertas yang terbakar
Meski kau tulis kisah itu hingga mengakar
Ia hilang seolah tak pernah berkabar~
Jadi apa kabar?


9.8.2017. Rabu

Ku tulis ini untuk dia yang kurindukan
Menghilang seolah tak ada kenangan
Dan berperilaku seperti lawan~

Awal, setelah lama menghilang

Sudah berbulan-bulan aku tak menulis
Pikiranku seperti terkikis
Benar, ini miris
Dan sedikit egois

Maksudku, bagaimana mungkin kejadian yang sama membuatmu mati rasa?
Tapi hebatnya hati menjadi lebih peka
Benar. Ini terjadi di dunia
Bagaimana kau kecewa
Hanya karena kau percaya kepada manusia

Jadi begini.
Duduk disini
Abaikan yang menyakiti
Hidup harus di lanjuti

Jangan rebut kebahagiaan orang
Dan janga mau bahagiamu hilang hanya karena manusia yang bimbang~


Wednesday, April 19, 2017

LUPA DARATAN

Berenang dalam karatan
pada tepi-tepi kembali selamatkan
setelah air tenang terkendali
menyelam bak ahli

gelombang menerpa
kembali dalam sapa
pada seongkoh karang
berlaku seolah petualang


lupa menepi
berpikir rajai bumi
seolah di anjingi

lupa
pada tumpah-tumpah air mata
lupa pada penguatan "ada"

lupa
 berlagak seolah jaya
lupa
sesekali berlagak paling menderita






lupa
 (menyangka)
menengadah pada siapa
lupa
(menyangka)
siapa yang menganggapnya berharga

berenang sampai temu jawaban
disisi pantai hanya ada daratan
tak bisa hidup hanya kapal  yang di andalkan 
kau bukan ikan  >)))*>

Wednesday, April 5, 2017

BERHENTI

Kali ini aku akan berdiam diri
Menertawai bahagia, lalu luka itu tersembunyi rapi
Semua selalu seperti di aliri, kala hujan lebat kau kembali kala terik memandang kau pergi
Tiada tawa yang abadi
Apa hanya tindakan menyakiti yang kau harapkan lagi
Melihat dan berdiam diri

" kan kujalani hari-hari tanpa terus menanti, mendampingi perjuangan selama ini. Berjalan saling mengiringi 
Berjalan bersama hingga mati
Namun, sedikitpun tak terbesit menghapusmu dalam hati dan memori"


permainan hati
Tuhan lebih mengetahui
"Sahabat sejati"



*Ymb

Thursday, March 16, 2017

KAMSAHAMNIDA

seperti ditikam belati
tak hanya sekali namun berpuluh-puluh kali

kini seperti mati
setiap cerita sirna dalam benci
pejuang kian meratapi
namun kini lega hati

meski setia sering kali berkibar
kini saatnya untuk berlayar
sebab kehendakku tak selalu benar
dalam niatan baik terselip pikiran buruk yang mengakar

tak apa lagi.
semua terlihat sunyi
semua terasa sepi
semua namun sendiri

tak perlu lagi membenci
hargai yang masih disisi
tak perlu lagi menanti
tak perlu berharap hingga menyakiti diri sendiri


Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan dan memisahkan
pada pertemuan kita dihadapkan untuk berproses
pada perpisahan juga membutuhan proses

sebentar lagi semua akan baik-baik saja
sebentar lagi semua akan terbiasa
sebentar lagi semua kembali seperti semula
sebentar lagi semua akan bahagia

TERIMA KASIH untuk dunia penuh warna

Monday, February 27, 2017

KELOPAK MAWAR

Pada Tuhan dia menjerit
Menangis tak lagi dapat menahan sesak yang semakin sakit

Berdoa di dalam hatinya
Semoga Tuhan membuatnya mati rasa

Benar adanya. Penyesalan selalu di akhir
Ketika semua curah dan hati terhapus padahal dengan susah payah di ukir


Dia ingat mawar yang hampir layu di sudut kamarnya itu
Seperti halnya sebuah hubungan pada akhirnya layu dan mati

Satu hari baru. Tetapi dia sudah layu
Sama seperti hari-hari dimana semua tanpak semu

Dia bermimpi, beberapa tahun yang lalu
Pada mimpinya ada sepasang raksasa menyerang
Banyak mata yang melihatnya dengan tajam
Dia ketakutan, begertar-getar
Lalu mereka datang.
Katanya mereka di panggil dengan sahabat
Penyemangat dan penguat.

Semua takut berlari.
Digantikan dengan berani

Tak ada yang perlu di takutkan
Kecuali Tuhan
Tak ada kesendirian
Kecuali jika mereka pergi meninggalkan

Baik karena jabatan. Cinta. Atau kesibukan lainnya.


Ahhh ketika aku mengatakan, kau akan ditinggalkan. Percayalah

Dan dia hanya berkata dengan tegasnya.
" tak mungkin, kami terikat dan tak terpisahkan"

Kembali menjawab aku " kau tau mawar? Dia bisa membuatmu terluka. Dan bisa saja semua ikatan berubah jadi pembunuhmu ke jurang. Mawarpun jika kau rawat akan layu"


"Tak mungkin. Kau tau, ini petama kali aku menemukan sahabat sejati, bahkan cinta. Aku jamin, semua khawatirmu hanya akan menjadi mimpi" jawabnya

"Jangan seperti dulu, manusia tak akan pernah tetap sama saat bertemu. Seseorang yang paling kau harap bisa menjadi penguatmu atau pembunuhmu"
Kataku

"Kau lucu, kau bahkan tak mengenal dari salah satu. Mereka berbeda. Tak mungkin aku kecewa olehnya. Kau tau, seperti mimpiku, aku pernah di pedangi oleh mata-mata keji itu. Kau tau, awalnya aku goyah. Dan saat jari-jari mereka menyelip diantar jari-jariku, seperti tersihir aku tidak goyah sama sekali. Malah bahagia. Karena ku tau ada mereka. Aku boleh dong sombong memiliki orang-orang yang seperti itu"

Dan dia hanya tertawa, menunjukkan kebahagiaan memiliki mereka


Dan aku terdiam, merenung melihat kelopak mawar yang terjatuh itu~

Friday, February 24, 2017

BAHAGIA PERSEORANGAN

Saat nyata begitu menyakitkan
Saat itu pula kehancuran berdatangan

Seringkali aku lupa, atau kau yang lupa
Bagaimana kita bertemu dan bertahan selama-lama
Bagaimana kita bertengkar lalu seringkali salah satunya mengalah dan membuat senyum itu menyala
Bagaimana saat salah satu tersakiti kau akan merasakan hal yang sama
Bagaimana saat salah satu di caci maki kau akan didepan untuk menguatkan dan melindungi

Bagaimana kita tanam semua dengan bibit kejujuran
Kita rawat hingga kau jumpa yang lebih menawan
Kau rela hancurkan semua kenangan
Demi bahagiamu perorangan

Kau lupa tentang kebersamaan
Kau terlalu tunduk dengan kekuasaan
Ahh. Benar. Aku hanya tau untuk menyalahkan

Namun, kau keterlaluan
Saat semua di ambang kehancuran
Kau malah bersenang-senang dan menikmati "cinta" keserakahan

Ahh benar kau paling berat dalam permasalahan.
Kau paling bijaksana dalam mengambil keputusan.
Kau sebut dirimu keluarga, kau kata kita selalu sama-sama namun 'dia' menghancurkan hari-hari yang mengharukan

Ahh tak ada kata.
Kau pengecut pengarap derita
Kau bahagia
Kini harapmu terpenuhi
Kita saling menyakiti
Demi bahagia yang belum tentu sejati

Saturday, February 18, 2017

BAYANGAN

Dalam hujanku harap ada penghapusan


Kenapa aku seperti ini
Pada tiap kelopak mata terbuka
Air mata menyita semuanya

Melihatmu dari kejauhan
Berjalan sambil berpalingan
Kita saling mengabaikan demi menjaga sesuatu yang tak perlu kita jaga
Mereka tertawa, tak memikirkan apa-apa
Sedangkan kita. Saling menyakiti demi para keparat itu

Mengapa aku seperti ini
Merindukanmu dalam terluka
Masih berharap semua kembali seperti semula.
Namun keadaan terus menjauhkan
Bermula dari keterbukaan. Lalu pertemuan.
Khianati kemudian
Terlalu menyakitkan higga kuharap semua hanya mimpi
Yang ketika pagi semua kembali pada waktu iti

Mengapa aku seperti ini
Berharap bisa memelukmu dari kejauhan
Menepuk bahumu dan menguatkan
Dan beginilah kenyataan
Malam ini, saat aku memikirkan semuanya
Tanpa bisa terlelap
Bahagiamu yang kuharap

Untukmu yang merasa sepi
Seolah-olah bumi selalu mengkhianati
Seolah-olah semua pergi
Mungkin kini tak ada aku lagi
Tapi percayalah, doaku menyertai~

Mengapa aku seperti ini
Menjadi bayangan yang ada ketika siang datang
Menjadi bayangan ketika cahaya remang-remang
Kapanpun dapat menghilang
Dimanapun bisa di tendang


Aku bertanya-tanya
Jika waktu bisa kembali
Bisakah aku bertahan lebih lama?

Jika waktu bisa kembali
Akankah kenangan bisa terhapuskan?

Hanya sajaa

Dalam hujan kuharap ada penghapusan~

RAJA PENDUSTA

Ini menyakitkan.
Sungguh. Ini terlalu menyakitkan

Sakitnya sampai aku ingin berteriak hingga mati
Terlalu sakit, sampai air mata yang tumpah sejadi-jadinya tak mengurangi sakitnya.

Ini menyakitkan ketika kepercayaanmu di khianati.
Namun yang paling menyakitkan lagi, ketika dikhianati dan kau bangun dengan susah payah kepercayaan itu lagi
Dia mengkhianati lagi

Aku tertohok, tepat di ulu hati.
Kesakitan. Menangis dan meronta-ronta lalu menepi
Menutup diri dengan selimut tua dan berharap semua mimpi belaka.

Celaka
Aku menganggapnya tangan kananku.
Bisa saja ku jadikan ia sebagai kami kiri atau kaki kanan. Sebab percayaku yang dulu pernah di khianati.
Namun tidak ku lakukan. Ku jadikan ia tetap sama. Tangan kanan
Bahkan aku tak sudi jabatannya sebagai tangan kiri (meski pernah dibohongi)

Bersebab dia orang yang paling kuhargai
Paling kusayangi
Paling kupercayai

Bagaimana tidak. Bahkan saat yang lain memandangnya sebelah mata. Kutepiskan semua dan rela kehilangan apapun demi dia seorang saja

Mungkin terlihat berlebihan
Namun demi Tuhan. Disetiap doa ku sebut namanya. Ku kirim ia penjaga. Ku harap dia bahagia. Di mudahkan segalanya.

Meski dalam pertemuan yang kutunjukan marah saja, seolah tak peduli dengan keadaan buruk yang menimpanya.
Kulakukan hanya untuk tidak menambah beban. Dengan rengekan. Atau tangisan kerinduan

Di balik itu. Saat aku menepi dan sendri. Hatiku sakit, aku menangis, menahan semua siksa yang tak kutunjukkan
dan pada keadaan-keadaan sepeeti itu ingin sekali kupeluk ia menepuk pundaknya dan mengatakan "kau baik-baik saja. Ada aku disini. Kau telah melakukannya dengan baik"

Tapi nyatanya. Yang ku tunjukkan adalah masa bodohku . Ketidakpedulian dan seolah "mampus, itu urusanmu"
Dan untuk melakukan itu semua, aku tersiksa, berpura-pura mengabaikan.

Hanya saja. Aku bukan niat menunjukkan marahku. Aku hanya memperlihatkan padamu, bagaimanapun kesibukan dan keadaan  memaksaku untuk jauh, " aku selalu ada"
Lucunya, aku selalu berharap kehadiranku untukmu dapat menenangkanmu dari dunia kejam itu.
Nyatanya, kau malah tenang saat aku tak ada.
Terbukti dari sikapmu, menendanku seolah anjing penjaga. Yang ada dikala kau butuh dan jauh dikala kau jaya

Tentang kepura-puraan. Untuk kedua kali. Ini terlalu menyakitkan.

Namun apa daya.
Aku tak kuasa

Katanya
"Keadaan merubahnya.
Keadaan memaksa."
Ahh bagiku itu alasan saja
Hanya siapa yang paling utamaa


Sebab aku sendiri seharusnya yang akan pergi.
Namun sampai kini, tak seharipu  berlalu tanpa melihat ia sekali.

Seharusnya keadaanku membuat aku semakin jauh.
Namun tidak
Aku selalu bersama mereka

Sampai kekuasaan dan waƱita mengubah segalanya.




Salam rindu,

Angel

Friday, February 17, 2017

PEMBUNUH TANGGA

Aku akan berbicara tentangmu
Tentang masa lalu
Dan tentang suka dukaku dulu

Kau tau, dalam balutan yang paling hangat sekalipun. Hati yang sehangat dan membara mencintaimu menjadi beku di musim salju. Lebih beku dan tak menentu

Kau tau, rasa yang sangat kuat hingga aku terikat dalam rindu yang menyangat itu. Merintih kesakitan setiap malamnya.
Menuntut hati bersabuk pilu
Menahan amarah yang kerap menyakitiku

Kau tau, rasa yang ku sebut cinta itu. Kembali menikamku tepat di ulu hati. Cinta yang menguatkanku menjadi lemah dan aku menanggungnya dalam rintihan yang paling menggila

Kau tau. Aku terpuruk dan menjelajah ruang dan waktu yang begitu mengerikan. Tersudut di dalam harap. Tergeletak dan sekarat di sudut kegelapan.

Aku menanti. Berharap cintaku kembali. Dan harapku seperti belati. Menikam berkali-kali.
Kenyang dengan julukan. Tenggelam dalam senyummu yang mendebarkan

Aku tertawa. Berharap semua baik-baik saja. Lalu tawa pecahmu memecahkan tawa palsuku.
Mengembalikan luka yang menganga itu

Debaran untuk pertama kali dalam hidup. Dan pada  itu semua aku tertipu oleh debaran-debaran yang mematikan, menohokku ke dalam jurang berkepanjangan. Hingga aku terhempas tepat di ujung kematian.

Kau tau, karena sesuatu yang ku sebut cinta itu. Aku menjadi pembenci utuk segala sesuatu yang kucintai. Aku menjadi pelari yang hebat untuk orang-orang yang menggenggamku dengan kuat. Aku menjadi pencaci pada cinta yang suci. Aku menjadi penyuka prediksi untuk masa depan yang kutakuti akan sama seperti masa kematianku sementara dulu di bumi
Aku menjadi memori akan janji yang diingkari. Sebab pada masa cinta itu milikmu, janji yang kita cipta bisa kau lepaskan begitu saja.

Kau tau. Kau kehilangan orang yang benar-benar mencintaimu. Mencemaskanmu. Mendoakanmu dalam setiap lima waktu. Yang paling berharap untuk kebahagiaanmu. Yang selalu mendukungmu di kala tak ada mata yang melihatmu. Yang jiwanya mati ketika kau pergi dengan semaumu.

Kau tau, kadang aku berfikir. Tentang kemungkinan bahwa aku yang tidak berjuang lebih. Atau sabar yang kian memudar. Namun nyatanya pada saat-saat sulit aku selalu bertahan dan menyayat hati hanya dengan kata " sebentar lagi. Satu hari lagi. Dan semua kembali baik-baik saja". Dan semua terbuang percuma saat satu keputusanmu yang tak bisa di ubah sama sekali.

Sekali, dan kau berhenti.


Sekali, dan kau pergi.


Sekali, dan kita menjadi asing kembali


Untuk memaafkan, kulakukan. Untuk menjadi teman,  ingin kulanjutkan. Untuk melupakan, tidak akan.
Namun biarlah menjadi pengalaman dan kenangan~

Untukmu, terima kasih pernah menghidupkan sekaligus mematikan hati ini~
Sampai jumpa kembali pada kebahagian sejati, untukmu dan untukku yang dulu sempat saling memiliki.

****

Sunday, January 29, 2017

MASA MUDAKU

Akan ada saatnya aku berkata " Dahulu, saat aku seusiamu, aku..."
Masa mudaku
Masa singkat penuh cerita indah nan lugu
Masa penuh dengan ragu
Masa berteman beradu dan bersatu padu
Pada kisaran tertentu
Aku terpaut rindu
Terduduk di sudut dinding biru
Terputar kenangan penuh haru
Aku membisu

Untuk masa mudaku
Menoreh senja dalam kalbu
Berjinjit pilu di ujung pintu
Di semak jejak beradu-adu
Tersisa beberapa insan terkenang selalu
Suaranya bertalu-talu
Tak berlalu seperti insan bantuan semu

Untuk masa mudaku
Kerap mengigil menahan malu
Disana terlihat sepasang baru
Terlihat bahagia meninggalkan satu


Demi masa, semua berlalu
Sebentar saja, di sela-sela arogan dan menyumpah demi sekutu
Setelah itu
Semua menjadi masa mudaku
Mengisyaratkan aku tak lagi muda, juga kamu

Terduduk lagi, aku
Berselubung gundah berpijak kelu
Untuk masa mudaku
Ku harap kita berdamai dan melukis kisah yang layak di ceritakan pada anak cucu

"Dahulu,saat aku seusiamu, aku..."
Teruntukmu, masa mudaku
Singkat, bertajuk rindu~

Wednesday, January 25, 2017

PENENTU

Menyertaimu doa, berselancar semua derai cinta, mengelilingi kabut harap, sebait kata terucap. demi masa nanti, di penghujung senja murni, meyakinkan hati, bahwa setiap takdir bukan begitu saja terjadi, berjalan di tepi, sungai disebrangi, panas berapi-api, temu berawal dari benci, semua terjadi, dari keputusan pilihan sendiri, mengabaikan atau mempertahankan walau patah kaki. kehidupan seperti itu, tidak selalu berlalu, menjadi kenangan diliputi debu, menjadi masa dan dinamakan masa lalu, begitu. kau tau, pada kebetulan-kebetulan itu, tersimpan takdir hidup penentu, hidup penuh warna atau semu berwujud pilu~ Kamis, 26 Januari 2017 ditemani secangkir susu panas,coklat dan hujan~