Pada patah-patah
Kupikir ini keterlaluan
Menyudutkan kebahagiaan
Menyela setiap perjuangan
Kian harap menguap
Menepis kasih Tuhan
Sekejap menghilang
Lalu kembali berimbang
Sekejap kemudian tinggi menjulang
Jejak kusut, menyulut ketidakbersyukuran
Kala nafas terjerat
Kala itu dengan menyebut nama-Nya bibir tersumbat
Kala nafas terbebas
Jiwa dan hati kerap merampas
Melupa pada tempat berpulang
Tangga menunggu
Naiki atau turuni
Atau berhenti
Sebab jelasnya
Hati kian mati
Saat benci menyelimuti
Kala itu ombak membunuh imajinasi
Langit menyadari
Aku tak sendiri
TUHANku maha mencintai♡
Pada-Nya ku berpulang
Pada-Nya dimiliki cahaya terang menderang
21 maret 2017
No comments:
Post a Comment