hari ini
mendung mendampingi
hidup terkhianati
bukan sekali namun dua kali
pernahkah kau mengambil keputusan kemudian kau harap tak ada yang berubah dari keputusanmu
seharusnya memang begitu
namun, aku terlena dan bodoh
membodohi diri dan menyakiti diri
jadi begini, ketika masa-masa di sekolah dulu aku bertekad untuk tidak memiliki hubungan atau bahkan rasa "kau bagianku dan aku bagianmu"
lebih tepatnya aku tak ingin memiliki sahabat atau bahkan teman dekat
aku hanya ingin memiliki teman sekedar teman
tak lebih dan tak kurang
hanya sebatas kenalan
hanya sebatas iklan
lalu saat aku menduduki bangku perkuliahan
hati yang membatu terseret dalam debu yang di hasilkan tetesan kehangatan
bahkan jalanku berubah total
selain sahabat-sahabat susah senangku dulu, ini lebih hebat
aku menemukan 3 sahabat yang mungkin tak akan ku temukan lagi di dunia
bahkan surga maupun neraka
jika kau berbicara tentang kelekatan
kau tak akan menemukan kelekatan yang jauh lebih besar dibandingkan persahabatan kami,
oh benar, tak sebanding dengan kelekatan orang tua dengan anaknya hahaha
tetapi, maksudku begini
dalam perjalanannya, kami saling menguatkan satu sama lain
dan semakin jauh kami berjalan, maka semakin besar rintangan
namun tak ada yang bisa melepas kelekatan itu
tak ada
selalu bersama
merangkai cerita
menembus mimpi
mengitari gunung yang tinggi
melewati perjalanan hingga calang pidie
bersama
dan selalu bersama
dengan tawa
dengan saling menjaga
dengan hati yang bersatu dalam dansa
tapi kau tau
aku lupa akan sesuatu
seperti kedatangan orang dari "luar", hati manusia,takdir hidup, dan yang terpenting TUHAN
Kadang kala, harapan dan tempat mengeluh menjadi hilang arah
kadang kala, hati lara menjenguk luka
kadang kala, hati terbolak-balik meninggalkan cerita
sebagaimana aku di masa sekolah
aku kini mengalami hal yang lebih parah
aku selalu percaya, yang sejati akan kembali
namun yang terjadi adalah dalam hidup tak ada yang sejati
hanya Tuhan tempat kembali dan mengabdi
keluarga akan kembali pada saatnya
dan keluarga itu hanya yang mendasari darah dalam badan.
Jadi
aku kini kembali lagi pada fase menutup diri
menepi
dan berhenti
menanti
menuruni
sakit di hati
pada air mata yang pernah tumpah
pada tapak-tapak penunjuk arah
pada kehangatan yang berdarah
kuucapkan padamu terima kasih untuk segala nya
tumpah ruah
1 APRIL 2017
SABTU,
disudut rekaman hati
No comments:
Post a Comment