sesungguhnya kau mati terkapar
olehmu atau oleh pilihanmu
sering kali kau membual tentang rindu
tentang sejatinya kekuatan bertahan
namun kau salah satu dari beribu
yang menatapku dalam satu waktu dan itu mematikan
tercabik dan membodohi diri hingga mati
membudakkan dengan cara mengasihani
lalu kembali lagi
kau terbodohi
oleh kekuatan yang paling hakiki
membawa hati
lalu kau tersiksa hingga mati
No comments:
Post a Comment