seperti ditikam belati
tak hanya sekali namun berpuluh-puluh kali
kini seperti mati
setiap cerita sirna dalam benci
pejuang kian meratapi
namun kini lega hati
meski setia sering kali berkibar
kini saatnya untuk berlayar
sebab kehendakku tak selalu benar
dalam niatan baik terselip pikiran buruk yang mengakar
tak apa lagi.
semua terlihat sunyi
semua terasa sepi
semua namun sendiri
tak perlu lagi membenci
hargai yang masih disisi
tak perlu lagi menanti
tak perlu berharap hingga menyakiti diri sendiri
Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan dan memisahkan
pada pertemuan kita dihadapkan untuk berproses
pada perpisahan juga membutuhan proses
sebentar lagi semua akan baik-baik saja
sebentar lagi semua akan terbiasa
sebentar lagi semua kembali seperti semula
sebentar lagi semua akan bahagia
TERIMA KASIH untuk dunia penuh warna
No comments:
Post a Comment