pada setiap tetesannya
teringat akan masa dimana lumpur menjadi sangat menyenangkan
dimana repetan ibu menjadi sesuatu yang sangat dirindukan
sawah jadi lahan permainan
dan sekarang tidak
hanya ada rindu yang kelabu
hanya ada kehilangan yang kelu
hanya ada sakit yang membisu
pada setiap tetesannya
kembali terulang tawa anak-anak yang masih suci
luapan airnya jadi lahan mencari ikan di parit-parit kecil
tak peduli raut muka ibu yang membuat mati berdiri
hanya menikmati setiap perjalanan yang begitu sederhana namun berbeda
dan sekarang tidak
hujan hanya mengeluarkan keluh
hanya dinikmati dalam kasur
hanya mendekap di dalam rumah dan tidur
sambil berkata " hujan dan kenangan"
tak ada lagi menciptakan kenangan
hanya berkata lalu menangis pilu
hanya berkata lalu tersenyum kaku
hanya berkata lalu berlalu~
untuk kenangan masa kecil
terima kasih menciptakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan oleh anak masa kini
hanya sebagian kecil
yang bisa menikmati
baik dengan secangkir kopi
atau dengan teman berlari-lari pada rintik yang berbunyi

No comments:
Post a Comment