Saat nyata begitu menyakitkan
Saat itu pula kehancuran berdatangan
Seringkali aku lupa, atau kau yang lupa
Bagaimana kita bertemu dan bertahan selama-lama
Bagaimana kita bertengkar lalu seringkali salah satunya mengalah dan membuat senyum itu menyala
Bagaimana saat salah satu tersakiti kau akan merasakan hal yang sama
Bagaimana saat salah satu di caci maki kau akan didepan untuk menguatkan dan melindungi
Bagaimana kita tanam semua dengan bibit kejujuran
Kita rawat hingga kau jumpa yang lebih menawan
Kau rela hancurkan semua kenangan
Demi bahagiamu perorangan
Kau lupa tentang kebersamaan
Kau terlalu tunduk dengan kekuasaan
Ahh. Benar. Aku hanya tau untuk menyalahkan
Namun, kau keterlaluan
Saat semua di ambang kehancuran
Kau malah bersenang-senang dan menikmati "cinta" keserakahan
Ahh benar kau paling berat dalam permasalahan.
Kau paling bijaksana dalam mengambil keputusan.
Kau sebut dirimu keluarga, kau kata kita selalu sama-sama namun 'dia' menghancurkan hari-hari yang mengharukan
Ahh tak ada kata.
Kau pengecut pengarap derita
Kau bahagia
Kini harapmu terpenuhi
Kita saling menyakiti
Demi bahagia yang belum tentu sejati
No comments:
Post a Comment