Dalam hujanku harap ada penghapusan
Kenapa aku seperti ini
Pada tiap kelopak mata terbuka
Air mata menyita semuanya
Melihatmu dari kejauhan
Berjalan sambil berpalingan
Kita saling mengabaikan demi menjaga sesuatu yang tak perlu kita jaga
Mereka tertawa, tak memikirkan apa-apa
Sedangkan kita. Saling menyakiti demi para keparat itu
Mengapa aku seperti ini
Merindukanmu dalam terluka
Masih berharap semua kembali seperti semula.
Namun keadaan terus menjauhkan
Bermula dari keterbukaan. Lalu pertemuan.
Khianati kemudian
Terlalu menyakitkan higga kuharap semua hanya mimpi
Yang ketika pagi semua kembali pada waktu iti
Mengapa aku seperti ini
Berharap bisa memelukmu dari kejauhan
Menepuk bahumu dan menguatkan
Dan beginilah kenyataan
Malam ini, saat aku memikirkan semuanya
Tanpa bisa terlelap
Bahagiamu yang kuharap
Untukmu yang merasa sepi
Seolah-olah bumi selalu mengkhianati
Seolah-olah semua pergi
Mungkin kini tak ada aku lagi
Tapi percayalah, doaku menyertai~
Mengapa aku seperti ini
Menjadi bayangan yang ada ketika siang datang
Menjadi bayangan ketika cahaya remang-remang
Kapanpun dapat menghilang
Dimanapun bisa di tendang
Aku bertanya-tanya
Jika waktu bisa kembali
Bisakah aku bertahan lebih lama?
Jika waktu bisa kembali
Akankah kenangan bisa terhapuskan?
Hanya sajaa
Dalam hujan kuharap ada penghapusan~
No comments:
Post a Comment