di sini aku terduduk
dalam sarat mata yang surut
pada muka yang ku tekuk
melalui hati
aku mencaci
tak bisa menangisi lagi
tak bisa berekspresi
semua di atur
layaknya miniatur
menikmati segelas anggur
dalam gelas racun yang kau tabur
sambil mendengkur
aku tertidur
aku kini bermimpi
pada kenangan yang terus berlari
pada bahagia yang terguncang berkali-kali
tapi kali ini
aku sendiri
tak bisa kembali
seolah kaki di kunci
tangan di ikat dengan tali
mulut di bekap dengan tangan-tangan yang sering memegang belati
sakit sekali
bahkan hati tak tau
sesakit apa aku
bahkan Tuhan mau
untukku kembali seperti bidadari yang mengepakkan sayapnya lebih dari kamu
jangan menjadi tuyul
hantu bocah yang taunya mencuri hak yang bukan miliknya
kau tau betul
Tuhan hanya menguji orang-orang yang kuat hatinya
jadi tak apa
hanya menunjukkan seberapa hebat aku
hanya menunjukkn seberapa iri kamu
hanya menunjukkan siapa yang Tuhan percaya ketangguhan hatinya
hahaha
hanya bisa tertawa
dengan tingkah yang tak perlu di jelaskan
sebab kau lebih tau kebenaran
sebab kau sutradara
dan aku aktornya saja
hahahah
mari tertawa bersama-sama
sebab bagiku kita teman
dan bagimu kita lawan
tak apa
baik-baik saja
aku :)
No comments:
Post a Comment