Tuesday, November 22, 2016

Menyerah

padamu yang tercinta
pada jemari yang paling menguatkan
pada dekap yang paling menghangatkan

aku takut terlepas
dalam rindu yang kian berbalas
dalam jemari yang kuat teremas
aku takut terhenti
pada detak yang sering cepat
pada hati yang tesengat
aku takut terbiasa
dalam kecewa
dalam kehampaan jiwa
pada sisi yang lagi tak ada

untukmu cinta
aku terlalu cinta
aku telalu rindu pada "waktu" kita
pada jejak yang kita lewati bersama
kau tau
aku terluka melihat wajah lelahmu
aku terluka melihat tawa tipumu
aku terluka melihat lelapmu yang tak cukup
aku terluka melihat dudukmu yang amat kusut

kau suka, aku mencoba jua
kau benci, aku tetap berada disisi
tapi
jangan berpaling
jangan melangkah jauh
jangan membela yang lain
jangan melepas genggaman
aku tak bisa
aku tak tenang
aku tak sanggup

jangan melangkah terlalu besar
langkahku terlalu kecil
tapi mencoba menyelaraskan
sambil berlari-lari
sambil mengingatkan aku tertinggal

cinta
taukah kamu
aku mulai lelah
pada lari-lari kecil yang tak terlihat
kakiku hampir patah
tapi aku tau
tentangmu yang lebih berat
maka itu aku mencoba untuk mendorong
bukan lagi penyongsong
bukan lagi penenang
kali ini aku hanya akan tepat di belakangmu
menompang ketika kau jatuh
bukan lagi si pundak yang nyaman dan utuh

ahh tak apa.
aku masih memiliki kekuatan
untuk tetap berlari
untuk menyamakan kedudukan
untuk tetap sebagai pendamping
meski air mata berhamburan
meski sakit kian mematikan
meski hati tak tau lagi kebenaran

cinta
bagaimanapun keadaan
meskipun aku tak terlihat oleh dunia
jangan pergi
hingga aku lelah menanti~

No comments:

Post a Comment