Monday, November 21, 2016

Hakim

Tuhan
Aku telah mengadu padamu
Dan disini aku ingin berseru
Pada cerca yang sangat lucu

Aku diciptakan dalam keadaan bebas
Memang ada aturan-aturan
Namun dalam pertemuan ini aku bebas
Aku yang mau dipertemukan dan untuk ujung cerita aku jua yang menentukan
Memang ada takdir yang tak bisa di bolak balikkan
Tapi
Ini lucu sekali

Perjalananku di atur oleh para pengamat
Yang depannya seolah dekat
Dibelakang berkhianat

Ahh bebas saja
Aku tak merasa salah
Pada mereka yang ku anggap teman
Pada mereka yang ku anggap keluarga
Pada mereka yang ku pikir menerima
Yang ternyata pengharap untukku pincang
Yang ternyata pengharap untukku berhenti berjuang
Yang ternyata pengharap untukku mati tergantung
Yang ternyata pengharap untukku meninggalkan penguat saat terguncang

Ahh bebas saja
Percuma berbaik hati
Mengatakan "aku rindu sekali"
Mengatakan " kau tak sendiri"
Mengatakan " aku disini"
Karena hanya aku yang berpikir seperti itu
Karena hanya aku yang tulus menganggapmu

Dan aku bagimu hanya pengganggu
Lawan yang akan menghancurkan keluargamu
Ahh aku lupa
Hanya aku yang menganggap kalian keluarga
Hanya aku 

Kau lupa
Tentang khawatir yang kau anggap basa basi
Tentang rindu yang kau anggap enteng sekali
Tentang hati yang aku sendiripun tak mengerti

Aku terlalu bodoh
Berfikir bahwa aku temanmu
Terlalu bodoh
Terlalu menganggapmu

Bukan marah
Hanya kecewa

Ahhh bebas saja
Melarang untuk menyayangi sahabat sendiri
Lucu sekali
Itu hak yang tak bisa kau kendalikan
Jika memang terputuskan
Kupastikan Tuhan yang memutuskannya
Bukan kau ataupun dia

Ahh bebas saja
Namun tak bisa bebas
Sebab "teman" yang ku anggap itu kini memiliki kekuasaan
Untuk membuatku terduduk
Untuk membuatku bungkam
Untuk membuatku tak bisa bebas

Sahabatku menjadi tawanan mereka
Dan aku tak bisa berbuat apa-apa

Hanya saja kecewa
Dan kekanak-kanakan sekali
Kupastikan 10 tahun kelak kalian akan menyesal.
Kupastikan bahwa Tuhan akan berlaku adil.
Mungkin kali ini aku mundur
Untuk "menyelamatkan" sahabatku dari temanku

Si teman yang kini terlihat wajahnya
Bak algojo
Menentukan hidup matinya seseorang
Bak hakim
Dapat memutuskan terpenjara atau tidaknya seseorang
Tak apa Hakim yang sebenarnya akan bertindak. 

Dan teman percaya atau tidaknya kamu
Aku tak pernah sekalipun tak menganggapmu teman
Dan sekarang aku tau sejauh mana pertemanan kita

Dan sahabat percaya atau tidaknya kamu
Aku selalu menganggapmu sahabat bahkan keluarga
Dan percayalah, sebagaimanapun keadaan, sejauh apapun perpisahanan
Keluarga akan kembali
Sebab pengikat kita hati


No comments:

Post a Comment