Tuesday, November 22, 2016

Prajurit gila kekuasaan

Dalam tudingan-tudingan
pasukan 5 dan 6 terus melemparkan bom bom yang semakin lama semakin kelewatan
Pada awalnya masih bisa di terima
Lubang lubang yang di incar selalu tak kena
Sebab apa?
Sebab sebenarnya tak ada

Lalu mereka berlalu
Masih menuding lubang yang kian semu
Mengambing hitamkan si kambing yang sebenarnya memang hitam
Menggelapkan keadaan yang memang sudah gelap
Mata mereka seperti terkena panah. Buta dan tak terarah

Dan tetap
Menuding menjadi kelas kakap
Entah apa maksudnya
Entah apa tujuannya
Menuntut untuk menutup lubang
Namun sekarang mereka yang membuat lubang
Tak terbayang
Seberapa keras perlawanan pasukan 5 dan 6 itu
Tak belajar dari pengalaman masa lalu

Hanya beberapa saat memegang pisau
Di tikam kita tanpa risau
Hanya beberapa saat bisa memegang belati
Di sayat kita hingga mati

Tak gentar aku
Melawan sekutu
Yang seperti kutu
Tak hanya menghisap darah Tapi membuat gatal kepala
Lalu beranak pinak
Mengatakan kita sedarah
Sebab telah kau cicipi darahku
Sungguh tak tau malu

Dalam rambut gondrongmu
Kau tutupi wajah yang kian dusta
Seolah bersama
Namun nyata hanya menjadi sandera

Dalam kuku tajammu
Kau tutupi kotoran yang menjijikan
Lalu kau jabat tangan
Seolah setia
Namun nyata kau cakar ia dalam kotoran yang beracun

Tenanglah pasukan
Seperti masa lalu
Lubang yang kau cari hanya fatamorgana

No comments:

Post a Comment