sayang
kali ini aku ingin bercerita
tentang Rahmat yang palingku syukuri di dunia
dia si keras yang pernah bermain tangan
dia si jiwa yang tak kenal kelembutan
dia si mulut yang buas mematikan
dia si sok yang tak tau apa itu pertolongan
dia si brengsek yang sulit dalam hal memaafkan
dia...Rahmatku yang dulu tak pernah kuinginkan
sayang
pernahkah kau mendengar
bahwa Tuhan tak memberi apa yang kamu inginkan tetapi apa yang kamu butuhkan
dan itu benar
pada itu aku percaya teramat sangat
dan lebih percaya sejak pertemuanku dengan Rahmat
sayang
seperti janjiku, aku akan bercerita
tentang dia, Rahmatku
baik, sebenarnya cerita ini tentang sahabat
ini tentang orang yang mendukung meski sekarat
ini tentang orang yang sebisa mungkin membuat dingin menjadi hangat
ini tentang beban yang dapat dibagi-bagi
ini tentang air mata yang kini selalu menjadi saksi
ini tentang si brengsek yang kini menjadi pelindung si bidadari
tentang Rahmatku, si ganas yang memiliki hati
tentang Rahmatku, si bebs yang paling kusayangi
dia itu seperti ini
bak kaktus yang tak lagi berduri
namun, hati-hati
kau sentuh bidadari
durinya akan kembali
ah
sayang
aku bingung
menceritakan si Rahmatku itu
dia itu ya begitu
bagian konflik hidup yang paling seru
menjadi aktris yang paling beruntung, Aku
ah
dia itu begitu
Rahmat yang akan kuperjuangkan
Rahmat yang akan kupertahankan
sekarang dan nanti
menjadikan "persahabatan" lahir
menjadikan "keadaan" tak mengubah pola pikir
menjadikan "kematian" pemutus akhir
menjadikan "Rahmat Selisih Mara" sebagai takdir
No comments:
Post a Comment