Abu

Abu, jika aku boleh mengadu. Yang paling menyakitkan dari kepergianmu adalah kenyataan bahwa tidak ada satu lelakipun yang akan menjaga dan merelakan semua hanya untuk satu senyum pada wajah gadis kecilmu ini. Kenyataan itu membuatku pilu, membuatku iri sekali pada wanita-wanita yang ada ayahnya.
Dua puluh tahun
gambarkan sebuah cerita
kisah ku untuk kau kenang sabai
sosok manusia yang pernah ada

Sebab sejatinya ayah, rela mati demi kebahagiaan si tuan putri~ (8 november 2016)
Terima kasih umi
untuk setiap air mata dalam doamu.
untuk tetap bertahan dalam kesendirian
untuk tetap percaya pada ketentuan Tuhan
Terima kasih umi
karena meski sendiri kau tak jatuh dalam keterpurukan
untuk bahagia yang kau tunjukkan
untuk kasih sayang yang menghangatkan
Untuk pelukan penuh cinta pada saat aku merasa ketakutan
Untuk peringatan-peringatan
untuk tetap bersyukur dalam kepahitan
Untuk marah saat melakukan kesalahan
Untuk sabar yang tak terbayangkan
Terima kasih umi
Untuk tetap disisi meski sendiri
untuk terus kuat meski keadaan benar-benar sekarat
Untuk teguh meski beban tak kian luluh
Untuk tetap setia hingga mati menyapa
Untuk kekuatan yang kau beri di setiap waktu
Untuk tetap ada dan terus mendidik dan merawat kami
untuk setiap air mata dalam doamu.
untuk tetap bertahan dalam kesendirian
untuk tetap percaya pada ketentuan Tuhan
Terima kasih umi
karena meski sendiri kau tak jatuh dalam keterpurukan
untuk bahagia yang kau tunjukkan
untuk kasih sayang yang menghangatkan
Untuk pelukan penuh cinta pada saat aku merasa ketakutan
Untuk peringatan-peringatan
untuk tetap bersyukur dalam kepahitan
Untuk marah saat melakukan kesalahan
Untuk sabar yang tak terbayangkan
Terima kasih umi
Untuk tetap disisi meski sendiri
untuk terus kuat meski keadaan benar-benar sekarat
Untuk teguh meski beban tak kian luluh
Untuk tetap setia hingga mati menyapa
Untuk kekuatan yang kau beri di setiap waktu
Untuk tetap ada dan terus mendidik dan merawat kami
Kau tau. Bahkan air mataku tak bisa melambangkan betapa aku berterima kasih padamu.
20 tahun tepat hari ini. Kau dekap aku dan 4 saudaraku dalam pelajaran yang paling berharga "bahwa Tuhan bersama kita".
Meski abu tiada, kau kata "Tuhan menyayangi kita, jangan mengeluh pada takdir, tapi bersyukurlah pada apa yang masih hadir"
Terlalu banyak pelajaran yang nyata darimu,
Tentang ketabahan, kesabaran, kesederhanaan, kebersyukuran, kenikmatan, kasih sayang, memaafkan, dan yang utama tentang kesetiaan, 20 tahun lamanya. kau kata
"Bahwa Abu lelaki yang tak bisa terganti"
Bahwa ayahku seseorang yang bisa kubanggakan, meski semua cerita hanya dapat kuhayalkan.
Terima kasih, untuk 20 tahun yang aku tak mampu membayangkannya
Untuk 20 tahun dalam kesendirian yang tak pernah kau keluhkan.
Kau surgaku, semoga Allah selalu menjagamu.
20 tahun tepat hari ini. Kau dekap aku dan 4 saudaraku dalam pelajaran yang paling berharga "bahwa Tuhan bersama kita".
Meski abu tiada, kau kata "Tuhan menyayangi kita, jangan mengeluh pada takdir, tapi bersyukurlah pada apa yang masih hadir"
Terlalu banyak pelajaran yang nyata darimu,
Tentang ketabahan, kesabaran, kesederhanaan, kebersyukuran, kenikmatan, kasih sayang, memaafkan, dan yang utama tentang kesetiaan, 20 tahun lamanya. kau kata
"Bahwa Abu lelaki yang tak bisa terganti"
Bahwa ayahku seseorang yang bisa kubanggakan, meski semua cerita hanya dapat kuhayalkan.
Terima kasih, untuk 20 tahun yang aku tak mampu membayangkannya
Untuk 20 tahun dalam kesendirian yang tak pernah kau keluhkan.
Kau surgaku, semoga Allah selalu menjagamu.
*untukmu abu, aku rindu, terlebih umi cinta sejatimu*
-Jumat, 08 November '96. Drs.Tgk.ABDULLAH YUSUF -
(08 november 2016)
No comments:
Post a Comment